Gaya Hidup Sehat Bisa Perpanjang Usia Hingga 120 Tahun

 

Gaya Hidup Sehat Bisa Perpanjang Usia Hingga 120 Tahun

Sebuah studi baru menyatakan, manusia mampu memperlambat proses penuaan daripada yang disadarinya selama ini. Bahkan mungkin hingga usia 120 tahun.

Pada 1979, Cardiff University minta 2.500 orang untuk mengikuti lima aturan sederhana, makan dengan baik, berolahraga, kurangi minum alkohol, menjaga berat badan dan tidak pernah merokok.

Empat dekade kemudian, hanya 25 pensiunan berhasil untuk tetap pada rencana tersebut. Dan mereka semua jauh lebih bugar dan lebih sehat daripada mereka yang menyerah.

Para ilmuwan yang tergabung dalam The Longevity Science Panel menyimpulkan, perubahan gaya hidup sederhana, seperti jalan kaki secara teratur, mengurangi gula, garam dan lemak, dan mengonsumsi obat-obatan khusus yang disarankan dokter bisa memperpanjang hidup.

The Longevity Science Panel menyatakan, jika mau mengikuti saran dari para ahli kesehatan, rentang hidup bisa naik rata-rata hingga 80 – 84 tahun. Dan individu sehat bahkan bisa mencapai 120 tahun.

Para peneliti tersebut menyebutkan bahwa penuaan bisa diubah dengan perilaku. Dengan obat-obatan yang sudah ada, ditambah dengan perubahan gaya hidup, maka seseorang bisa memiliki harapan besar pada hidup yang lebih lama.

“Proses penuaan adalah hal yang kompleks secara biologis. Namun kami menemukan bahwa hidup yang panjang dan sehat, sebagian besar terkait dengan gaya hidup dan pola makan,” kata Dame Karen Dunnell, ketua panel.

Penuaan yang kita alami terjadi karena masalah dalam pembelahan sel. Pembelahan sel adalah fungsi penting yang mengarah ke pertumbuhan, perkembangan organ dan penggantian sel yang rusak. Miliaran pembelahan sel terjadi dalam seumur hidup dan tentu ada kesalahan-kesalahan yang terjadi di dalam proses tersebut.

Kesalahan acak, faktor gaya hidup, seperti merokok dan minum alkohol meningkatkan kemungkinan kesalahan. Terlalu banyak makan juga dianggap mampu meningkatkan mutasi (perubahan yang terjadi pada sebuah sel), karena mempercepat pembelahan sel.

Setiap kali sel membelah, proses itu akan mempersingkat tutup pelindung pada DNA, yang dikenal sebagai telomere. Diperkirakan, setelah telomere mencapai ukuran minimum, maka akan mengakibatkan penghentian proses pemisahan sel sama sekali. Inilah yang dikenal sebagai sebuah proses penuaan, seperti pikun, keriput, dan bintik-bintik pada kulit.

Namun proses tersebut sebenarnya dapat diperlambat dengan makan dengan baik, berolahraga dan mengonsumsi obat-obatan yang mematikan jalur biologis yang merusak di dalam tubuh. Percobaan telah menunjukkan bahwa diet kalori terbatas, seperti puasa pada hari-hari khusus, dapat meningkatkan umur binatang hingga 65 persen.

Bahkan sejak 2.500 tahun yang lalu, Hippocrates menyadari bahwa berjalan adalah baik untuk kesehatan. Dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembakaran tambahan 1.000 sampai 2.000 kalori seminggu cukup untuk menurunkan angka kematian hingga 30 persen.

Obat juga dapat membantu. Statin dikenal untuk mengurangi kolesterol dan mencegah penyakit jantung, tetapi juga memiliki kekuatan antiinflamasi yang menurunkan risiko kematian. Rapymicin juga dikenal mampu mengatur pembelahan sel dan telah terbukti meningkatkan umur tikus hingga 26 persen, sementara Resveratol, yang ditemukan dalam anggur merah, telah terbukti memperpanjang umur pada hewan sederhana.

Menurut Kantor Statistik Nasional, seorang bayi perempuan yang lahir hari ini diharapkan mampu hidup rata-rata hingga usia 82,8 tahun dan anak laki-laki 78,8 tahun, menurut.

Richard Faragher, profesor Biogerontology di University of Brighton mengatakan, hidup sehat lebih lama lebih penting daripada meningkatkan umur.

“Penuaan terjadi karena mekanisme yang membuat kita gagal dalam upaya meningkatkan kesehatan. Sel-sel akan berhenti membelah dan mulai melakukan hal-hal buruk. Pada dasarnya, semua penyakit terkait usia bisa Anda kendalikan.” (bst/ram)