Gawat! Air Indonesia Tercemar Berat

Gawat! Air Indonesia Tercemar Berat

aksi prihatin kali tercemar di Kalimas Surabaya, Rabu (8/3/2017).

Menyikapi pencemaran air yang terjadi di negara ini, Indonesia Water Community of Practice (IndoWater CoP) menggelar aksi di Kalimas Surabaya, Rabu, (8/3/2017).

Berdasarkan Atlas Mutu Air Indonesia yang dikeluarkan oleh KLHK (2015) dinyatakan bahwa 68 persen sungai di Indonesia tercemar berat, dimana penilaian ini didasarkan pada baku mutu kualitas air yang terdapat dalam PP No. 82/ 2001.

Koordinator Nasional IndoWater Cop Riska Darmawanti mengatakan jika  sungai Indonesia banyak mengandung limbah dari bahan kimia yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan pada organisme air dan manusia. “Bahkan, beragam senyawa kimia yang terdapat dalam limbah belum terakomodasi dalam baku mutu kualitas air (PP No. 82/2001) dan telah tersebar dan mencemari perairan,” kata Riska.andy

Di dalam aksinya, anggota IndoWater CoP yang berdandan seperti Putri Duyung datang dengan menggunakan perahu karet, naik ke daratan sambil ngesot dan loncat-loncat.

Dengan membawa tulisan diantaranya “Kembalikan Kejantananku”, “Pestisida deterjen rusak gairah bercintaku”, “30 % ikan Kali Brantas intersexual”, dan “bebaskan sungaiku dari popok bayi dan pembalut wanita”.

Riska melanjutkan, berdasarkan data yang telah dikumpulkan lebih dari  enam  perguruan tinggi di Indonesia yaitu ITB, UI, UGM, dan IPB dan jurnal ilmiah terdapat  dua  parameter kualitas air yang seharusnya tercantum dalam PP No. 82/2001 yaitu: bifenil terpoliklorinasi (PCB) dan pestisida organoklorin.

“Kami mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan pemantauan terhadap konsentrasi PCB dan pestisida organoklorin pada sungai yang menjadi prioritas pemulihan (air, sedimen, dan indikator biologis),” tukasnya. (ram)