Gary Lineker Ikut Perangi Prostitusi di Brazil

Gary Lineker Ikut Perangi Prostitusi di Brazil

Tak hanya kesiapan  stadion yang dikhawatirkan. Pelaksanaan Piala Dunia 2014 di Brazil juga dihantui akan maraknya praktik prostitusi ilegal. Isu ini terus jadi sorotan berbagai pihak bersamaan dengan faktor keamanan yang diragukan.

Gary Lineker, mantan pemain Timnas Inggris yang kini beralih profesi sebagai analis dan pembawa acara siaran sepak bola itu jauh-jauh hari mengkritisi persoalan pekerja seks di Brasil. Pria berusia 53 tahun itu mengatakan, banyak pekerja seks, terutama perempuan yang masuk kategori di bawah umur.

Menurut hukum Brasil, usia minimal pekerja seks adalah 18 tahun. Mereka yang kedapatan menggunakan jasa pekerja seks yang berusia di bawah itu, terancam pidana. “Saya berharap orang-orang menyadari bahaya ini, bahwa menggunakan jasa pekerja seks di bawah umur adalah ilegal dan bisa dipenjara,” ujar Lineker, seperti dikutip Daily Mail.

Dengan lolosnya Inggris ke putaran final Piala Dunia di Brasil, ribuan suporter The Three Lions diperkirakan bakal datang ke negeri itu untuk menyaksikan dan mendukung timnas kesayangan mereka. Peringatan dini itu dilakukan Lineker mengingat kemungkinan tingginya persentuhan antara aktivitas turisme para suporter dan penggunaan jasa pekerja seks di Brasil.

Peringatan serupa juga disampaikan Duta Piala Dunia Brasil untuk urusan Kampanye Penalti itu ketika perhelatan Piala Dunia dilangsungkan di Afrika Selatan tahun 2010 lalu.

Untuk mengingatkan para suporter Inggris akan ancaman hukum atas prostitusi ilegal di Brasil, Lineker membuat video khusus. Bekerja sama dengan maskapai penerbangan Inggris, British Airways, rekaman itu akan diputar pada setiap penerbangan dari Inggris ke Brasil selama penyelenggaraan Piala Dunia. (ram)