Garuda Indonesia Rugi Rp 8,5 M  Akibat Kebakaran Bandara Soetta

Garuda Optimistis Terbangkan 20 Juta Wisman ke Indonesia

 Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menaksir nilai kerugian akibat terbakarnya JW Lounge di Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu mencapai Rp 8,5 miliar. Peristiwa berimbas pada penundaan dan pembatalan sejumlah penerbangan.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Arif Wibowo menjelaskan, nilai kerugian yang ditanggung pihaknya sebagian besar merupakan dana kompensasi yang dibayarkan kepada penumpang yang mengalami penundaan dan pembatalan penerbangan. Beberapa komponennya antara lain, refund tiket 100 persen, biaya akomodasi, hingga transfer penumpang ke maskapai lain.

“Sempat ada yang mengutip bahwa kerugian kami itu sebesar Rp 5 miliar. Tetapi setelah saya hitung-hitung lagi bersama CFO (chief financial officer) ternyata angkanya adalah Rp 8,5 milliar,” kata Arif.

Ia mengatakan, Garuda Indonesia menanggung 100 persen saat peristiwa kebakaran itu. Karena itu, untuk menutupi kerugian tersebut, pihaknya sedang mengkaji sejumlah upaya. Ia mengisyaratkan akan menemui PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soetta, terkait nilai kerugian yang ditanggung pihaknya. “Saya akan sangat berterima kasih kepada AP II,” imbuh Arif. (bst)