Garuda Indonesia Perlu Tambahan Layanan Kargo

Garuda Indonesia Perlu Tambahan Layanan Kargo

Bambang Murcito, Ade Nurman, dan Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Nilai saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk makin meningkat. Mencapai Rp 500 per lembar. Kinerja maskapai nomor satu di Indonesia itu dinilai memiliki keunggulan dibandingkan maskapai lain.

“Salah satu strategi pemasaran PT Garuda Indonesia yang paling tepat adalah dengan mengutamakan customer experience. Pengalaman-pengalaman apa saja yang pelanggan rasakan, ingat, dan direspons selama menggunakan jasa Garuda. Hal inilah yang kini menjadi penting,” ungkap Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (13/9/2019).

Dalam acara tersebut juga hadir Bambang Murcito (SPV Cargo Sales PT Garuda Indonesia) dan Ade Nurman (Manager Sales & Service PT Garuda Indonesia.

Menurut Kresnayana, saat ini publik telah memiliki saham Garuda sekitar 13 persen. Sebanyak 60,54 persen saham dimiliki pemerintah dan kurang lebih 25,62 persen saham dimiliki perusahaan Trans Airways.

“Dengan membuka diri dan meningkatkan kinerja ketepatan waktu, membuat Garuda makin berkembang dan dipercaya pelanggannya,” kata pria yang mendaat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Tidak hanya itu saja. Menurut Kresnayana, Garuda juga punya strategi jitu mengembangkan layanannya. Di antaranya dengan meningkatkan international revenue services. Artinya nilai pembeda yang ditawarkan Garuda adalah menambah layanan dari dan ke luar negeri.

“Seperti diketahui, saat ini Garuda punya anak perusahaan seperti Citilink yang fokus melayani penerbangan domestik. Garuda sudah mulai bertranformasi menjadi perusahaan yang kualitasnya international,” tangas Kresnayana.

Dia juga mengatakan, sudah saatnya Garuda juga menambah layanan kargo. Ini karena permintaan untuk kargo ini makin meningkat seiring dengan makin tingginya permintaan layanan e-commerce.

“Ke depan, Garuda punya peluang untuk melebarkan sayap dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan berbasis digital,” tegas Kresnayana. (wh)

Berikan komentar disini