Garap Properti, Jasa Marga Siapkan Rp 150 Miliar

Garap Properti, Jasa Marga Siapkan Rp 150 Miliar
foto: guterres/enciety.co

Untuk membiayai sejumlah proyek properti pada tahun ini, PT Jasamarga Properti, anak usaha PT Jasa Marga Tbk, mengalokasikan dana sekitar Rp 150 miliar.

Dana tersebut digunakan sebagian besar mengakuisisi lahan baru untuk pengembangan proyek properti dengan membebaskan lahan.

Vice President Corporate Planing Dedy Krisnawan kepada pers di Jakarta, mengatakan pembebasan lahan sebelum jalan tol dibangun akan memberikan keuntungan  yang cukup bagus bagi perseroan saat jalan tol bisa direalisasikan.

“Kami mengandalkan perencaan matang untuk pengembangan produk baru,” katanya.

Dari pengembangan bisnis properti ini diharapkan bisa menyumbang 7-8 persen  terhadap total pendapatan Jasa Marga. “Setiap ada pembangunan jalan tol baru ada pembangunan properti baru. Diharapkan pertumbuhan bisnisnya bisa seiring sejalan dengan pembangunan jalan tol,” paparnya

Pihaknya sendiri berharap dalam lima tahun ke depan, anak usahanya di sektor properti ini bisa memberi sumbangan pendapatan sekitar Rp 1 triliun. Fokus PT Jasamarga Properti saat ini adalah melakukan penambahan land banking di sejumlah wilayah yang dekat dengan area jalan tol.

Salah satu kawasan yang telah dibangun adalah perumahan Green Residence Sidoarjo. Dari target membangun 383 unit rumah,  telah terjual sekitar 150 unit rumah dalam jangka kurang setahun. “Kita berharap seluruh unit bisa terjual secepatnya,” katanya.

Mengenai segmen pasar yang diincar, Dedy  mengatakan tergantung lokasi lahan yang dikembangkan. Dicontohkan untuk peruhaman di Sidorjo ditawarkan harga sekitar Rp 150 juta, sementara perumahan di sekitar Cilangkap Jakarta Timur ditawarkan dengan harga sekiar Rp 2 miliar. Jadi tergantung lokasi,” katanya.

Menurutnya, sejumlah wilayah di sekitar jalan tol baik di Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang telah dibidik untuk penambahan pencadangan lahan dari Jasa Marga Properti.

“Kita berharap bisa mengakuisisi  lahan sekitar jalan tol hingga 50 hektare dalam lima tahun ke depan,” kata dia.(wh)