Gara-Gara SBY, Batu Mulia Bacan pun Diburu Kolektor

Gara-Gara SBY, Batu Mulia Bacan pun Diburu Kolektor
Salah satu pedagang cantik di Pasar Batu Mulia Kayoon Surabaya melayani membludaknya permintaan batu jenis Bacan.

Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sebuah hadiah batu mulia jenis Bacan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, beberapa waktu lalu. Pemberian tersebut ternyata membangkitkan gairah para pemburu batu mulia di seluruh Indonesia.

Tidak terkecuali di Pasar Batu Mulia di Kayoon Surabaya. Saban hari, disana dipenuhi para pemburu berbagai jenis batu mulia. Khususnya batu asal Ternate yang dinamai Bacan, sesuai nama daerah penghasil batu mulia tersebut.

Salah satu pedagang sekaligus perajin batu akik, Lely Deny Jamestone, mengatakan tren masyarakat saat ini sedang berburu batu jenis Bacan. Batu dengan nama latin chrysocolla chalcedony ini menjadi primadona di kalangan kolektor batu akik di seluruh Indonesia.

“Selain karena Pak SBY memberikan hadiah ke Obama, batu Bacan juga mempunyai keunikan lain. Harganya bisa sangat fantastis, puluhan juta rupiah karena disebut-sebut memiliki nyawa atau ruh. Ini yang membuat masyarakat kian gandrung,” jelasnya saat ditemui enciety.co, Senin (16/2/2015).

Dalam sehari, Lely mengaku bisa menerima puluhan pesanan untuk menggosok batu Bacan menjadi sebuah liontin maupun cincin. Ini membuat omset Lely beberapa bulan terakhir melonjak dari Rp 15 juta kini mencapai Rp 30 juta per bulan.

“Tapi bagi yang belum tahu seluk-beluk tentang batu mulia, ada baiknya mengajak teman yang sudah paham untuk membeli. Dikhawatirkan tertipu dengan batu Bacan imitasi,” imbau dia.

Dijelaskan Lely, cara mengetahui keaslian batu mulia sebenarnya cukup sederhana. Para pembeli bisa mencoba dengan menetesi air. Jika air langsung meluber itu imitasi, karena batu Bacan memiliki pori-pori yang menyerap air.

“Bisa juga dengan cara dibakar dengan korek api gas. Jika batu tersebut terlihat gosong dan cacat, itu imitasi. Karena batu Bacan tidak akan gosong walau dibakar dengan korek api meski cukup lama,” bebernya.

Gara-Gara SBY, Batu Mulia Bacan pun Diburu Kolektor   Gara-Gara SBY, Batu Mulia Bacan pun Diburu Kolektor

Mamad (35), pedagang lainnya di Pasar Batu Mulia Kayoon,juga mengakui saat ini para kolektor sedang berburu batu jenis Bacan. Bahkan, selain para kolektor, banyak anak muda yang gandrung akan kilauan batu yang saat ini juga diburu masyarakat internasional ini.

“Karena sedang ramai pembelinya, biasanya orang dari Ternate akan mengirimkan ke sini untuk mencari batu Bacan. Batu lainnya yang juga dicari adalah fosil kayu, batu safir, laborador. Atau hanya untuk mencari ring untuk cincin, liontin,” katanya.

Dari pengamatan enciety.co, seperti lazimnya pasar, di Pasar Kayoon tersebut selalu ramai dengan puluhan outlet yang buka sepanjang hari. Ada  puluhan outlet yang menjual berbagai macam jenis batu Mulia. Masing-masing outlet selalu terlihat ramai, khususnya di kawasan tepi sungai Kalimas Surabaya.

“Ada banyak yang beli, tapi ada juga yang hanya berkonsultasi atau bertanya tentang batu jenis baru. Kebanyakan yang datang ke sini para kolektor dan anak muda yang baru suka dengan batu mulia,” imbuhnya.

Salah satu kolektor asal Surabaya, Eko Hadi Pujianto, mengaku menyukai berbagai jenis batu mulia sejak sekolah dasar. Pria yang bekerja di salah satu perusahaan swasta terbesar di Surabaya menyukai batu mulia karena keunikannya.

“Saya sih sudah lama suka, tapi untuk koleksi saja. Bukan untuk hal-hal yang berkaitan mistis. Biasanya saya lebih tertarik membeli batu yang belum diolah, lha nanti saya pilih sendiri bagian mana yang bagus untuk digunakan sebagai cincin dan liontin,” imbuhnya.

Di Pasar Kayoon tersebut menyajikan berbagai jenis batu dengan banyak varian harga. Mulai dari yang terkecil sekitar 5 mili meter hingga seberat 50 kilo gram pun ada. Harganya pun mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

“Semua jenis memang laris sesuai dengan ukuran kantong masing-masing pembeli. Tapi sementara ini yang sedang tren itu batu Bacan yang dibuat akik,” terang Mamad. (wh)