Gandeng Luxury, Maspion Kembangkan Hotel di Bali

 

Gandeng Luxury, Maspion Kembangkan Hotel di Bali

PT Maspion Group Tbk melalui anak perusahaannya, PT Marindo Gemilang melebarkan sayap bisnis perhotelan di Bali. Marido Gemilang menginvestasikan dana sebesar USD150 juta dengan menggandeng Luxury Hotels International Management Company sebagai partner pengelolaan manajemen.

Sugiarto Alim, Direktur Utama PT Marindo Gemilang mengatakan, bisnis perhotelan ini merupakan yang pertama dilakukan perusahaannya. Hotel ini berdiri diatas lahan seluas 4,1 hektar yang terletak di Kabupaten Badung, dengan konsep hotel bintang lima yang diberinama, Edition Hotel and Residence.

Sugiarto menyebut hotel ini merupakan proyek pertama dan tahun 2014 ini tahap pengurusan administrasi. “Proses pembangunan fisik kemungkinan tahun depa, dengan masa pembangunan sekitar tiga tahun. Kemungkinan full operation 2018,” ungkapnya kemarin (26/8) pagi disela-sela penandatanganan nota kesepahaman dengan Luxury Hotels International Management Company.

Sugiarto mengakui, Edition Hotel and Residence merupakan proyek pembangunan hotel bintang lima pertama. Sebelumnya perusahaan ini terlebih dahulu membangun hotel bintang tiga, Fairfield di Sunset Road, Kuta dengan nilai investasi Rp120 miliar dan diperkirakan 2016 sudah beroperasi.

Kebutuhan alokasi dana yang dibutuhkan untuk membangun hotel ini sepenuhnya dari pinjaman bank. “Sekitar 80 persen dana dari pinjaman bank, kita sudah mendapat tawaran dari beberapa bank. Sedangkan sisanya bersumber dari dana perusahaan,” lanjutnya.

Dalam nota kesepahaman dengan pihak Luxury Hotels International Management Company ini, Marindo Gemilang selaku pemilik property. Sedangkan pengelolaan diserahkan kepada Luxury Hotels yang membawahi Ritz Carlton dan JW.Mariott.

“Desain Edition Hotels and Residence ini didesain oleh Ian Schriger dari Amerika Serikat. Dimana setiap hotel yang dia desain, selalu memiliki cirri khas,” sebutnya. Dia mencontohkan hotel di London memiliki ciri khas meja biliar, sedangkan di Miami memiliki ciri khas bowling.

CEO Maspion Group, Alim Markus menyebut pembangunan hotel ini tidak lepas dari ekspansi bisnis di Bali. “Indikator tingginya pariwisata di Bali adalah pertumbuhan hotel dan traffic penumpang di bandara yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Peluang ini yang kita tangkap untuk pengembangan bisnis,” sebut taipan asal Surabaya ini. (wh)