Galakkan Filateli, PT Pos Gelar Promosi

Galakkan Filateli, PT Pos Gelar Promosi

Hobi mengumpulkan perangko (filateli) masih kurang diminati oleh masyarakat Jatim. Guna merevitalisasi hobi filateli, PT Pos Indonesia bersama Dinas Kominfo Jatim dan Persatuan Filateli Jatim bakal menggelar promosi.

“Mulai April sampai Juni promosi akan dilakukan di empat kota, yakni Madiun, Malang, Kediri, dan Surabaya. Sasarannya adalah pelajar,” kata Asisten Manager Bangritel Area VII Surabaya PT Pos Indonesia Heri Nugrohanto.

Kegiatan itu akan diawali dengan  workshop filateli bagi para pelajar. Melalui workshop tersebut akan diajarkan bagaimana menjadi filateli, cara mengenal perangko yang asli, hingga menjadi filatelis pemula. Hasilnya, peserta workshop akan diajak membuat karya filateli. Adapun hasil karya filatelis pemula itu, akan dipamerkan pada Oktober bersamaan menyambut HUT Pemprov Jatim.

Walaupun workshop baru digelar di empat kota, Heri menegaskan jika hal itu masih awal percontohan. “Dari empat kota ini diharapkan bisa menyebarkan hobi filateli dan dikuti oleh daerah disekitarnya. Ini baru awal permulaan dan program akan terus berlanjut,” ujarnya.

Target tahun depan, jatim bakal menggelar pameran filateli nasional di Surabaya. Dengan kegiatan itu, diharapkan bisa lebih meningkatkan minat masyarakat Jawa Timur dalam hobi yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran tersebut.

Kepala Bidang Pos dan Telekomunikasi Dinas Kominfo Jatim, Sigit Prasetyadi mengatakan, promosi filateli pada para pelajar ini sudah tepat. Pasalnya, selain menjadi hobi juga dapat memberikan keuntungan secara finansial.

“Dengan mengoleksi perangko, semakin lama jumlah perangko akan semakin langka. Tentunya harga juga akan semakin mahal. Jika kita mengoleksi perangko langka maka kita bisa dapat keuntungan secara ekonomis,” katanya.

Perangko yang diterbitkan di Indonesia, menampilkan gambar-gambar yang variatif berkaitan dengan sejarah, ekonomi, politik, budaya, flora, fauna, sehingga koleksi perangko juga menjadi wujud rasa cinta pada tanah air, karena muatan materi gambar banyak menyajikan informasi tentang Indonesia. (ram)