Galakkan Ekonomi Kreatif, Korsel Dukung Penuh Startup

Galakkan Ekonomi Kreatif, Korsel Dukung Penuh Startup

Konglomerat besar (chaebol) di Korsel menyatakan komitmennya ikut membantu perkembangan sektor ekonomi kreatif di seluruh penjuru negeri itu, asal selaras dengan visi Presiden Park Geun-Hye.

Kini pemerintah mencoba merintis sejumlah upaya nyata untuk memperkokoh pertumbuhan ekonomi kreatif yang dianggap akan menjadi mesin pendorong perkembangan ekonomi negara.

Seperti dilansir AP, Gagasan pemerintah untuk melakukan peragaman teknologi di berbagai sektor untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan terdengar kompleks dan kabur bagi banyak pihak.

Berikut adalah 3 formula yang dirancang Park Geun-Hye dalam menggiatkan bidang ekonomi kreatif di negerinya: memberikan dukungan lebih banyak bagi startup, mengkombinasikan sains dan teknologi dengan sektor-sektor yang bermacam-macam dan penekanan yang lebih serius pada paten.

Pemerintah Korsel tidak ragu memberikan lebih banyak dukungan untuk startup. Presiden setuju memperbesar alokasi dana untuk mendukung perkembangan startup Korsel karena dengan demikian lapangan pekerjaan yang lebih besar akan tercipta.

Pemerintah juga akan menyediakan dana pengaman startup, yang akan diberikan bagi startup yang gagal dan merugi. Kendalanya justru berasal dari kalangan pemuda-pemudi Korsel sendiri yang menganggap bekerja untuk sebuah startup/ bisnis masih baru adalah sesuatu kurang membanggakan dan kurang menjanjikan dalam segi finansial.

Karena penyediaan modal itulah, startup-startup Korsel dicemaskan akan terlalu bergantung pada bantuan pemerintah.

Menurut peneliti senior Cho Ho-Jung dari Hyundai Research Institute, kelemahan Korsel ialah kurangnya insiatif dari sektor swasta. Ini berkebalikan dari Silicon Valley dan Israel, yang justru didominasi sektor swasta daripada pemerintah. Di Korsel, pendanaan startup dan pengambilan kebijakan yang penting justru dilakukan pemerintah.

Sementara itu, strategi ekonomi kreatif lainnya ialah menggabungkan sains dan teknologi dengan sektor-sektor berbeda, dan menerapkan penekanan yang lebih intensif pada paten untuk melindungi teknologi-teknologi baru dari pembajakan.

Sebagaimana diketahui, ‘startup’ adalah perusahaan baru biasanya bergerak di bidang teknologi informasi dan menggunakan media internet sebagai platform nya. Perusahaan ini menghasilkan produk-produk digital (seperti aplikasi web atau layanan melalui website) (bh)