Galakkan Budaya Gemar Membaca, Jatim Tambah 2.818 Perpustakaan

Galakkan Budaya Gemar Membaca, Jatim Tambah 2.818 Perpustakaan
foto: umar laif/enciety.co

Budaya membaca bagi masyarakat memang kurang berjalan baik, karena mereka lebih senang menonton televisi. Untuk menciptakan masyarakat lebih gemar membaca dan mengikis maraknya SMS, Twitter dan Facebook, hingga kini di Jatim sudah dibentuk perpustakaan desa/ kelurahan sebanyak 2.818 dari 8.605 desa/ keluarhan.

Kepala Badan Perrpustakaan dan Kearsipan (Bepersip) Provinsi Jatim Sudjono mengatakan, budaya gemar membaca mencerminkan kualitas bangsa.

“Terbangunnya peradaban yang maju, tidak terlepas dari pengaruh tingginya minat membaca,” katanya, Senin (7/9/2015).

Untuk menumbuhkan minat baca kepada masyarakat sendiri memang tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan pendekatan persuasif dari hati ke hati karena filter terhadap teknologi yang begitu canggih sangat sulit.

“Dengan banyaknya perpustakaan yang dibangun di desa-desa maka budaya membaca dapat tercapai untuk mengantisipasi dan menyikapi kemajuan teknologi yang agak susah ter-filter,” sahutnya.

Menurutnya, dengan melalui kemajuan teknologi dan informasi dapat mendorong para pengelola perpustakaan dapat mempromosikan jenis layanan yang disediakan dalam perpustakaan dan mengemasnya lebih menarik.

“Dapat dilakukan dengan melaksanakan kerjasama dengan memanfaatkan system jejaring perpustakaan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi melalui situs website,” pungkas dia. (wh)