Gajah Tunggal Rugi Rp 290 Miliar

gajah-tunggal-akan-pasok-ban-untuk-proton_big__20110908001854_file_vino_cms

Produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) melaporkan rugi bersih Rp 290 miliar di kuartal pertama 2015 akibat melemahnya permintaan dalam negeri.

Dalam keterangan pers pada media, penjualan bersih Gajah Tunggal turun 3,9 persen menjadi Rp 3,075 triliun dibandingkan dengan Rp 3,2 triliun periode yang sama tahun lalu, meskipun penjualan ekspor ban radial naik. “Pasar dalam negeri yang penuh tantangan menekan kuatnya performa penjualan ekspor ban radial Perusahaan,” bunyi pernyataan pers tersebut.

Lebih lanjut dikatakan menurunnya kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh lemahnya kondisi ekonomi makro Indonesia memberikan dampak negatif terhadap segmen ban pengganti (replacement) dan OE (original equipment) dalam negeri. “Penjualan perusahaan di segmen OE menurun karena penjualan mobil dan sepeda motor baru menurun secara signifikan jika dibandingkan dengan kuartal I 2014,” kata Gajah Tunggal.

Di sisi lain, penjualan ekspor tumbuh sebesar 8,0 persen dari tahun ke tahun karena tangguhnya penjualan ekspor ban radial dapat melebihi penjualan ekspor ban biasa yang sedang melemah.
Margin laba kotor Gajah Tunggal sedikit meningkat dari 17,6 persen di menjadi 17,9 persen karena harga bahan baku yang berdenominasi dolar AS menurun, sehingga bisa mengimbangi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS.

Beban usaha Gajah Tunggal meningkat sebesar 26 persen disebabkan oleh biaya transportasi yang lebih tinggi, yang mencerminkan kenaikan biaya pengiriman dan biaya logistik, serta meningkatnya beban gaji dan tunjangan. “Depresiasi nilai Rupiah terhadap dolar AS menghasilkan translasi kurs mata uang asing yang negatif, terutama karena liabilitas Perusahaan yang sedang berjalan dalam mata uang asing. Akibatnya, Perusahaan menghasilkan rugi bersih sebesar Rp 290 milyar,” pungkasnya. (bst)