Gairahkan UKM, Pemkot Surabaya Gelar Bazar Ramadan

 

Gairahkan UKM, Pemkot Surabaya Gelar Bazar Ramadan

Puluhan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) se-kota Surabaya Senin (14/7/2014) mengikuti Bazar Ramadan di belakang Balai Kota Surabaya. Sejak sore para pedagang yang didominasi kaum hawa itu berderet sibuk menata jajanannya masing-masing.

Ada puluhan stan yang berjajar rapi menjajakan beraneka ragam olahan kue. Mulai dari kue basah, kue kering, minuman tradisional, jajanan, buah-buahan, dan beraneka produk lainnya.

Fitri Ana (34), salah seoarang pedagang, tampak sibuk sejak pukul 14.00 WIB untuk menjajakan olahan kue keringnya hingga terdengar waktu berbuka puasa.  “Kebetulan ada bazar jadi saya ikut jualan di sini. Biasanya saya hanya menjual keripik di sekitar rumah saja,” akunya.

Antusiasme juga ditunjukkan pedagang lainnya di situ untuk menyajikan kue yang paling enak se-Surabaya. “Awalnya hanya iseng-iseng buat olahan kripik, karena keterusan, jadinya sampai sekarang,” tambahnya.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Chalid Bukhori kepada enciety.co mengatakan, bazar ini yang digelar selama lima hari tersebut merupakan bentuk upaya Pemkot Surabaya untuk menggairahkan semangat berwirausaha.

“Ada banyak sekali pelaku UKM di kota ini. Yang mengesankan adalahsemangat mereka untuk memasarkan produknya masing-masing. Karena itu, kami kemudian menfasilitasi mereka dengan menggelar bazar kue ini,” tuturnya.

Chalid mengungkapkan membeberkan, kegiatan semacam ini penting untuk menumbuhkan semangat para pelaku UKM untuk terus mengembangkan usahanya.

Tidak hanya itu, melalui kegiatan bazar kue tersebut, Pemkot Surabaya akan memberikan penilaian terhadap produk dari masing-masing UKM. “Misalnya tentang apa saja dari jajanan mereka yang masih perlu diperbaiki,” tutur dia.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fiksermenambahkan, dipilihnya kawasan Jalan Jimerto sebagai lokasi bazar bukannya tanpa alasan. Justru, dengan digelar di depan kantor PemkotSurabaya tersebut, kegiatan ini diharapkan mendapatkan respons bagus danjauh dari kata sepi.

“Konsumennya tidak hanya warga, melainkan pegawai di lingkungan PemkotSurabaya yang ketika pulang kerja bisa mampir ke stan bazar kue ini.Sehingga bazar kue ini bisa lebih laku,” jelas Fikser.

Di hari terakhir bazar kue nanti, Jumat (18/7/2014) mendatang,Pemkot Surabaya akan melakukan evaluasi secara merata kepada para pedagang.

“Kami akan melihat apa yang perlu dikembangkan lagi, misalnya kemasan kue atau perijinan produk usahanya. Nanti para UKM ini aka kami proyeksikan pada tingkatan ASEAN,” harapnya. (wh)