Gagal Jantung, Rahma Kembar Siam Banyuwangi Meninggal

 

Gagal Jantung, Rahma Kembar Siam Banyuwangi Meninggal

Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD Dr Soetomo Surabaya dikagetkan dengan kematian beruntun kembar siam yang ditanganinya. Setelah kedua bayi kembar siam Ponorogo, Aldo dan Aldi meninggal lantaran gagal jantung (cardiac arrest), Kamis (28/8/2014) siang disusul kembar siam Banyuwangi, Rahma Anindita Vani Maulida yang juga gagal jantung.

“Rahma meninggal pada pukul 12.30 WIB lantaran jantung Rahma berhenti mendadak. Tim mencoba untuk memberi pertongan dengan alat pacu jantung, namun sayang nyawa Rahma tidak tertolong,” jelas Ketua PPKST RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr. Agus Harianto kepada wartawan, Kamis (28/8/2014).

Agus mengaku, Rahma memiliki kelainan jantung bawaan sejak lahir. Kelainan bawaannya yakni jantung bocor dan tranposition arteri.

“Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Rahma harus dilakukan otopsi. Namun keluarga tak menghendaki untuk diotopsi, sehingga kami langsung menyerahkan jenazah bayi ke pihak keluarga setelah disucikan,” terang Agus.

Sementara kedua orang tua bayi hanya bisa pasrah dengan kematian anaknya. Mereka hanya bisa memohon diberikan keselamatan Nurul Anindya Vina Maulida (saudara Rahma), yang masih dirawat di NICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT).

“Tak ada firasat sebelumnya, tapi saya sempat kaget ketika dikabari suruh naik ke ruang perawatan. Begitu masuk, saya lihat sudah banyak dokter menangani Rahma,” terang ibu Rahma Sika Jayanti.

Padahal, kata dia, sebelumnya ia merasa anaknya baik-baik saja saat pagi tadi mengambil baju kotor. Dirinya masih melihat Rahma tertidur pulas. Namun siang harinya, ia sudah mendapat kabar bahwa jantung Rahma berhenti.

Rencananya, Rahma akan dibawa pulang ke rumah duka Dusun Krajan Desa Bomo Kecamatan Ronggojampi Kabupaten Banyuwangi. Dan dimakamkan Jumat (29/8) di pemakaman umum setempat. (wh)