Gagal Beri Kemenangan, Dick Advocaat Mundur dari Sunderland

 

Sunderland's Dutch manager Dick Advocaat looks on ahead of the English Premier League football match between West Ham United and Sunderland at the Boleyn Ground in Upton Park, East London on March 21, 2015. AFP PHOTO / OLLY GREENWOOD  RESTRICTED TO EDITORIAL USE. NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA, FIXTURE LISTS, CLUB/LEAGUE LOGOS OR LIVE SERVICES. ONLINE IN-MATCH USE LIMITED TO 45 IMAGES, NO VIDEO EMULATION. NO USE IN BETTING, GAMES OR SINGLE CLUB/LEAGUE/PLAYER PUBLICATIONS.OLLY GREENWOOD/AFP/Getty Images
Sunderland’s Dutch manager Dick Advocaat looks on ahead of the English Premier League football match between West Ham United and Sunderland at the Boleyn Ground in Upton Park, East London on March 21, 2015. AFP PHOTO / OLLY GREENWOOD RESTRICTED TO EDITORIAL USE. NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA, FIXTURE LISTS, CLUB/LEAGUE LOGOS OR LIVE SERVICES. ONLINE IN-MATCH USE LIMITED TO 45 IMAGES, NO VIDEO EMULATION. NO USE IN BETTING, GAMES OR SINGLE CLUB/LEAGUE/PLAYER PUBLICATIONS.OLLY GREENWOOD/AFP/Getty Images

Buruknya performa Sunderland di Liga Primer Inggris musim ini, membuat manajer Dick Advocaat memilih mundur. Hingga pekan kedelapan, Sunderland tak kunjung menang dan masih terpaku di peringkat ke-19 dengan raihan 3 poin dari 3 kali hasil imbang. Mereka cuma unggul selisih gol atas rival satu daerahnya, Newcastle United. “Saya pikir adalah waktu yang tepat untuk melakukan hal ini, bukan untuk saya tapi buat klub,” kata Advocaat seperti dilansir dari akun Twitter resmi klub @SunderlandAFC.

“Saya merasa penting memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mengembalikan performa tim, seperti pernah saya lakukan musim lalu,” tutur manajer asal Belanda itu.

Musim lalu, Advocaat memang menjadi penyelamat Sunderland. Masuk pada Maret 2015 menggantikan Gustavo Poyet, dia mengangkat The Black Cats dari zona merah ke titik aman.

Pengunduran diri Advocaat menjadikan Sunderland sebagai klub Liga Primer tersering melakukan pergantian manajer dalam 4 musim terakhir.

Laga melawan West Ham United, Sabtu (3/10/2015), menjadi terakhir kalinya di memimpin The Black Cats. Pada laga tersebut, Sunderland sempat menerbitkan angin segar lantaran unggul 2-0 lebih dulu namun harus puas dengan hasil akhir 2-2.

Sepeninggal Steve Bruce pada November 2011, Martin O’Neill, Paolo di Canio, Gustavo Poyet, dan Advocaat pernah membantu menyelamatkan klub lolos dari jeratan degradasi. Akan tetapi, Di Canio, Poyet, juga Advocaat gagal ketika dipercaya melatih tim sejak awal musim. (bst)