Gaet Investor, Jatim Andalkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

 

Gaet Investor, Jatim Andalkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Indonesia merupakan negara keempat di dunia untuk tujuan investasi setelah Amerika, Tiongkok dan India. Hal itu seperti yang dilansir United Nations Conference On Trade And Development (UNCTAD).

Sementara berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tercatat ada 31 dari 34 provinsi di Indonesia telah membentuk kelembagaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Dengan adanya lembaga PTSP ini diharapkan terwujudnya pelayanan publik yang cepat, murah, mudah, pasti dan transparan serta terjangkau. Juga diharapkan masyarakat yang ingin menanamkan investasi di Jatim lebih mudah untuk mengurusnya.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, perkembangan PTSP ini sendiri telah menggunakan elektronik audit dan real time penerimaan kas yang sudah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).

“Dengan adanya PTSP ini penerimaan izin prinsip Perusahaan Milik Asing (PMA) di Jatim naik 94,6 persen dan tahun lalu mencapai Rp 146 triliun,” kata Soekarwo kepada wartawan di Surabaya, Selasa (9/9/2014).

Dia lalu mengungkapkan, investasi dari PerusahaanMilik Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp 103 triliun. Sedangkan dari Perusahaan Milik Asing (PMA) hanya sekitar sepertiga dari total investasi.

“Ini membuktikan bahwa PMDN lebih kuat dari luar negeri terkait invest-nya,” tandas Soekarwo.

Adanya peluang investasi ini, Pemprov Jatim seyogianya memperbaiki kebijakan birokrasi. Ini karena masalah birokrasi yang banyak dikeluhkan investor. Selain lantaran waktunya yang lama, mentalitas aparaturnya juga perlu diperbaiki. (wh)