Gaet Dana IPO Rp 4,45 T, Mitra Keluarga Siap Bangun Tujuh RS Baru

Gaet Dana IPO Rp 4,45 T, Mitra Keluarga Siap Bangun Tujuh RS Baru

PT  Mitra Keluarga Karyasehat Tbk –pengembang RS Mitra Keluarga menggaet dana Rp 4,45 triliun dari hasil penawaran umum perdana lewat penjualan 261,91  juta lembar sahamnya  dari hasil penawaran umum perdana ke publik. Sebagian dana hasil emisi akan dimanfaatkan untuk pengembangan tujuh rumah sakit baru di Jabotabek dan Surabaya dalam lima tahun ke depan.

“Satu rumah sakit membutuhkan investasi sekitar Rp 200-300 miliar,” ujar Dirut Mitra Keluarga Rustiyan Oen seusai pencatatan perdana saham Mitra Keluarga di Gedung BEI Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Dia mengungkapkan, pihaknya kini tengah merampungkan pembangunan satu rumah sakit di kawasan Kalideres, Jakarta. Enam rumah sakit  lainnya akan dibangun dalam empat tahun ke depan. “Lima rumah sakit kita bangun di Jabotabek, satu rumah sakit di Surabaya,” katanya.

Pengembangan  rumah sakit Mitra Keluarga tetap mengincar Jabotabek dan Surabaya karena di wilayah ini diprediksi masih akan terus berkembang. Selain tertinggi dari pendapatan, pilihan di Jakarta dan Surabaya, karena kedua kota ini memiliki tenaga medis yang cukup dan trend urbanisasi masih akan terus tinggi di  kedua wilayah ini.

Saat ini, sebanyak tiga rumah sakit telah dibangun Mitra Keluarga di Surabaya, yakni di kawasan Darmo, Waru Sidoardjo dan satu lagi di kawasan Kenjeran. “Satu rumah sakit ke depan akan kita bangun di kawasan Surabaya Timur. Lokasinya masih dipilih,” katanya.

Selain membangun tujuh rumah sakit yang menghabiskan dana sekitar Rp 2,3  triliun lebih, sisa dana penawaran umum perdana akan digunakan untuk pembelian peralata medis dan infrastruktur tehnologi informasi (Rp 900 miliar) , sebesar Rp 600 miliar untuk pembelian tahan. “Sisa dana sekitar delapan persen akan kita manfaatkan untuk pembelian meralatan medis untuk rumah sakit yang sudah beroperasi,” kata Rustiyan.

Dia optimistis kinerja Mitra Keluarga masih akan tumbuh bagus ke depannya. “Kita berharap bisa tumbuh 20 persen setiap tahun,” imbuh Rustiyan.

Michael Steven, Direktur Utama Kresna Sekuritas –penjamin emisi penawaran perdana Mitra Keluarga- mengatakan saat penawaran  terjadi kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 10,3 kali untuk investor institusi.

“Memang terlihat kecil, tetapi nilai kelebihan permintaan itu sekitar Rp 45 triliun. Ini sangat dahsyat. Komposisi investor institusi antara lain asing 53 persen  dan lokal 47 persen,” ungkap Michael. (mna)