Frontage Road Sisi Barat A Yani Tuntas Akhir 2015

Frontage Road Sisi Barat A Yani Tuntas Akhir 2015

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan proyek pengerjaan frontage road (FR) sisi barat Jalan Ahmad Yani bisa tuntas pada akhir tahun 2015.

“Memang kelihatannya masih banyak persil yang belum dikerjakan. Tapi doakan ya agar segera tuntas pengerjaannya,” kata Penjabat (Pj) Wali Kota Surabaya, Nurwiyatno kepada wartawan, Kamis (29/10/2015).

Menurut dia, pembangunan dan pembebasan FR jalan Ahmad Yani secara bertahap akan dilakukan mulai dari Jalan Manunggal sampai dengan Royal Plaza.

Frontage road atau jalan yang pembangunannya dimaksudkan untuk menambah kapasitas Jalan Ahmad Yani dan akses alternatif koridor Utara-Selatan ini memiliki panjang kurang lebih 3.280 meter dan lebar kurang lebih 34 meter.

“Memang kelihatannya masih banyak persil yang belum dikerjakan. Tapi doakan ya agar segera tuntas pengerjaannya,” katanya.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Erna Purnawati sebelumnya memastikan pembebasan lahan FR sisi barat Jalan Ahmad Yani sudah beres. Selanjutnya, pihaknya fokus pada pengerjaan fisik jalan.

Anggaran pembebasan lahan milik restoran Primarasa, Galeri Seafood dan Pecel Nganjuk sudah dibayarkan. Jika saat ini bangunan masih berdiri, hal itu dikarenakan memang ada kebijakan tenggat waktu pembongkaran selama satu bulan sejak tanggal pembayaran ganti untung dari DPUBMP.

Dia merinci, pembayaran pembebasan lahan Primarasa dilakukan pada 8 September 2015. Sedangkan Galeri Seafood pada 22 September 2015 dan Pecel Nganjuk tertanggal 2 Oktober 2015. “Mereka kami beri waktu satu bulan untuk membongkar bangunan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pengerjaan fisik FR sisi barat mulai City of Tomorrow (Cito) hingga bundaran Dolog sepanjang 2,1 km sudah selesai. Sementara dari bundaran Dolog hingga Royal Plaza masih terkendala Hotel Cemara.

Namun, pembebasan lahan Hotel Cemara sudah ada kesepakatan dengan pemilik. Hingga saat ini, Pemkot sudah menghabiskan dana Rp76,9 miliar untuk pembebasan lahan FR sisi barat Jalan Ahmad Yani.

“Sedangkan, untuk pembebasan lahan FR sisi timur Jalan Ahmad Yani, tidak terlalu menyedot APBD, yakni sebesar Rp 6,3 miliar,” katanya.

Kepala Bidang Perancangan dan Pemanfaatan DPUBMP Kota Surabaya, Ganjar Siswo Pramono menambahkan FR sisi barat memiliki lebar jalan 18 meter terdiri atas empat lajur. Lebar jalur pedestrian empat meter. Selain itu, Pemkot juga telah menyiapkan jalur tambahan khusus trem selebar empat meter. Saat ini jalur tambahan itu belum bisa dilewati.

“Sengaja kami tanami pepohonan agar tidak disalahgunakan pemanfaatannya,” tegasnya. (wh)