FITRA Minta DPR Teliti Merger XL-AXIS

FITRA Minta DPR Teliti Merger XL-AXIS

 

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) meminta DPR mencermati proses merger dua operator selular. Dua operator tersebut antara lain,  PT XL Axiata Tbk dan PT AxisTtelekom Indonesia. Upaya ini harus dilakukan agar menghindari kerugian negara. Kerugian negara bisa dialami apabila frekwensi yang dimiliki Axis bisa dilelang lewat mekanisme pengembalian frekwensi ke negara.

“Kami berharap DPR meneliti proses merger XL-Axis ini. Jangan sampai setelah proses selesai, baru ramai bicara kerugian negara,” ujar Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi kepada pers di Jakarta, Jumat (21/2/2014).

Uchok mengakui potensi kerugian negara harus dibuktikan dengan hitung-hitungan  berdasarkan pada data yang lengkap. “Untuk melakukan itu, mungkin DPR bisa menugaskan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, langkah operator seluler PT XL Axiata Tbk merger dengan PT Axis  Telekom Indonesia (AXIS) kian mulus. Itu menyusul persetujuan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham (RUPS LB) PT XL Axiata yang menyetujui proses tahapan merger.

Selain memperoleh izin dari para pemegang sahamnya, rencana  merger XL-Axis juga mendapatkan persetujuan dari dua regulator pasar modal, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Sesuai Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement – CSPA),  usai memperoleh  persetujuan dari pemegang saham dan regulator terkait, maka XL akan segera melakukan pembayaran kepada pemegang saham Axis sebesar USD 865 juta. Untuk membiayai transaksi ini XL akan menggunakan kombinasi pinjaman yaitu dari pemegang saham Axiata sebesar USD 500 juta (sekitar 58 persen) dan pinjaman dari institusi finansial sebesar USD 365 juta (42 persen). (wh)