Film Jagal Masuk Nominasi Academy Awards

Film Jagal Masuk Nominasi Academy Awards Satu film Indonesia bertema “pembantaian” berjudul,  The Act of Killing atau Jagal berhasil masuk nominasi ajang perhelatan tahunan di Amerika, Academy Awards ke-86 dengan kategori Best Documentary Feature.

Film karya sutradara film dokumenter asal Amerika Serikat Joshua Oppenheimer ini ber-setting di Medan, Sumatra Utara, dengan seluruh pemainnya adalah orang Indonesia. Film ini mengangkat pembantaian habis-habisan pada insiden G30S 1965 oleh paramiliter dan preman terhadap para terduga komunis.

Lewat perolehan nominasi yang baru diliris oleh situs resmi Academy Award pada akhir pekan lalu, Joshua mengungkapkan rasa terimakasihnya dan menganggap nominasi tersebut memiliki nilai lebih dari sekedar penghargaan.

“Jagal (the Act of Killing) tidak akan ada tanpa penyintas genosida 1965. Dengan berani menentang ancaman tentara untuk menyampaikan cerita mereka kepada kami, dan mengilhami kami untuk membuat film ini. Film ini juga tidak akan pernah ada tanpa awak film Indonesia tak bernama dan terutama ko-sutradara saya, Anonim,” ungkapnya.

Dia berharap bahwa nominasi tersebut akan menjadikan film Jagal dengan persoalan impunitas yang diangkatnya, menjadi headline surat kabar di Indonesia.

Hal ini bertujuan agar masyarakat Indonesia segera membicarakan secara serius bagaimana impunitas yang berkaitan dengan pembunuhan massal telah mengakibatkan kekosongan moral penuh ketakutan, korupsi dan premanisme.

Seperti dikutip dari The Washington Post, film yang memakan waktu 8 tahun untuk proses pembuatan ini juga diharapkan mampu mendorong pemerintah Indonesia untuk, pada akhirnya, mengakui genosida 1965 dan rejim penebar ketakutan yang dibangun di atasnya sebagai sebuah bencana moral.

Anonim, ko-suradara film ini mengatakan bahwa dipilihnya film Jagal dalam nominasi piala Oscar adalah sebuah kehormatan besar bagi jajaran sutradara dan para awak film Indonesia karena hal ini adalah sebuah pengingat atas segala yang terlupakan dan disembunyikan sepanjang sejarah gelap kemanusiaan.

The Act of Killing atau Jagal sepenuhnya adalah adegan rekaman kilas balik pembantaian yang dilakukan Anwar Congo beserta anak buahnya yang tergabung dalam organisasi Pemuda Pancasila. Adegan per adegan didokumentasikan langsung oleh Sutradara Joshua dan ko-sutradara Anonim.

Para korban yang terbunuh merupakan pendukung Presiden Sokarno, anggota partai komunis, serikat buruh dan tani serta cendekiawan dan orang Tionghoa dengan tuduhan terlibat G30S. Dalam satu tahun konon ceritanya, lebih dari 1 juta orang “komunis” dibantai.

Para pembunuh, ironisnya, dengan bangga menceritakan tiap adegan pembunuhan. Mereka melakukan reka ulang dengan begitu heroik. Film ini mengikuti proses tersebut dan merekam akibatnya. (bh)