Festival Dongeng Surabaya di BG Junction

Festival Dongeng Surabaya di BG Junction

foto: humas pemkot surabaya

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, menggelar Festival Dongeng Surabaya, sekaligus peluncuran buku Ragam Indonesia dan Gerakan Seribu Mendongeng Karya Arek Suroboyo (Gendis Sewu Karso). Kegiatan ini berlangsung di BG Junction Lantai 2, Ruangan L2 Multifunction Star, Sabtu (20/11/2021).

Acara tersebut diramaiakan dengan penampilan teatrikal dan flashmob. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan tarian ajakan membaca, dan penampilan dongeng, oleh Dispusip Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku bangga dengan penampilan dari para talenta anak-anak. Menurutnya, ajakan meningkatkan literasi pada anak, melalui penampilan dongeng bisa membantu membudayakan kegiatan membaca dan menulis di kalangan masyarakat.

“Bayangkan, kalau ini disampaikan kepada anak-anak di Kota Surabaya, dengan cara didongengkan, ini akan lebih cepat dipahami dan meningkatkan literasi anak,” ungkap Eri.

Eri juga menyampaikan, pihaknya akan membuat penampilan dongeng di setiap Balai RW di Kota Surabaya. Menurutnya, Kota Surabaya sudah memiliki banyak talenta hebat dari bibit-bibit penulis dan pendongeng. Maka akan mempermudah untuk menambah literasi anak-anak di setiap kampung.

“Jadi nanti disetiap Balai RW akan diagendakan untuk Sabtu dan Minggu, jadi anak-anak sekitar kampung itu bisa berkumpul dan bisa saling berkenalan, sosialisasi, dan muncul keberanian untuk mudah berkomunikasi,” ujar Eri.

Dia menerangkan, bahwa pertunjukan dongeng yang nantinya akan digelar secara rutin tersebut, bisa menjadi kekuatan Kota Surabaya untuk menciptakan para pemimpin yang hebat. Ini diawali dari keberanian anak-anak untuk tampil kepada masyarakat umum.

“Inilah waktunya kita membiasakan untuk membaca, kalau Surabaya ingin menjadi kota literasi yang hebat, anak-anak ini akan tampil di seluruh Balai RW dengan mendongeng, saya yakin Surabaya pasti berubah dan kehebatan anak-anak ini tadi bisa tertular di seluruh wilayah di Kota Surabaya,” terang dia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi menerangkan, Festival Dongeng Surabaya merupakan festival yang rutin digelar setiap tahun. Melalui acara tersebut, ia berharap bisa menambah semangat literasi dan inspirasi untuk Kota Surabaya.

“Kita juga luncurkan beberapa buku, hasil tulisan dari bibit-bibit penulis Kota Surabaya, ada beberapa buku, serta CD yang kita luncurkan. Korelasi menulis dengan perpustakaan adalah membudayakan membaca pada aktivitas masyarakat. Semakin masyarakat Surabaya banyak membaca, semakin luas wawasannya,” terang Musdiq.

Dia menjelaskan, Festival Dongeng Surabaya adalah puncak acara Gendis Sewu Kota Surabaya. Hasilnya, terdapat 41 hasil karya Gendis Sewu berupa Antologi Cerpen, Novel, Puisi, Vlogetry dan Vlog Story, CD Video Mendongeng dan Video Kegiatan Mengatasi Perekonomian melalui Produk Prakarya untuk Cegah Stunting.

“Genre dan tema antara lain Roman Historis Surabaya, Kearifan Lokal Surabaya, Strategi Ubah Perilaku untuk Cegah Stunting, Bangga UMKM Surabaya. Terkait dengan pelaksanaan ini, semoga menjadi ajang eksplorasi masing-masing anak. Semoga banyak lagi bibit penulis dan pendongeng yang akan berkreasi untuk Kota Surabaya,” pungkasnya.

Tak hanya itu saja, dalam kegiatan acara Festival Dongeng Surabaya juga terdapat Penandatanganan Mokup Peluncuran Buku Ragam Indonesia dari Kumpul Dongeng dan Hasil Karya Gendis Sewu Karso Dispusip, Penyerahan medali, sertifikat dan souvenir secara simbolis kepada 7 perwakilan bibit Gendis Sewu Karso Dispusip, penyerahan bantuan Buku dari Penerbit Elex Media Komputindo untuk Perpustakaan PKK Kota Surabaya. (wh)