The Fed Yakinkan Kenaikan Suku Bunga Tak Ganggu Ekonomi Global

 

The Fed Yakinkan Kenaikan Suku Bunga Tak Ganggu Ekonomi Global

Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan dampaknya terus bergulir di berbagai negara yang tengah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Wakil Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Stanley Fischer meyakinkan, kenaikan suku bunga The Fed yang pertama sejak 2006 tidak akan mengganggu perekonomian global.

“Meskipun kenaikan suku bunga The Fed dapat memicu volatilitas di pasar-pasar keuangan internasional, normalisasi kebijakan kami akan tetap dapat dihadapi negara-negara berkembang,” ungkap Fischer dalam pidatonya di sela pertemuan tahunan IMF seperti dikutip dari Market Watch, Senin (13/10/2014).

Fischer juga mengomentari kekhawatiran terhadap jatuhnya nilai euro belakangan ini. Nilai tukar euro memang merosot lebih dari delapan persen terhadap dolar sejak awal tahun. “Kami juga sangat terkejut mengingat euro telah bertahan sangat lama di level yang sangat tinggi. Saya rasa yang terjadi di kawasan Eripa sekarang merupakan refleksi dari kekuatan perekonomiannya sendiri,” ungkap Fischer.

Maklum saja, terdapat aksi jual hebat terhadap sejumlah mata uang dan aset di negara-negara berkembang tahun lalu saat The Fed mengumumkan akan menarik dana stimulusnya. Kala itu, dana stimulusnya berjumlha USD 85 miliar/bulan dan dikenal dengan aksi quantitative easing.

Beberapa pakar termasuk Gubernur Bank Sentral India Raghura, Rajan juga khawatir kebijakan The Fed dapat mengusik perekonomian global. Semua itu dikhawatirkan jika The Fed tidak mengamati dengan cermat kondisi ekonomi sebelum menaikkan suku bunga domestiknya.

Namun Fischer menegaskan, The Fed telah melakukan apapun yang bisa dilakukan dengan keterbatasan ketidakpastian proyeksi. Semua itu untuk mempersiapkan seluruh pelaku pasar menghadapinya. “Kami rasa semua mengenai suku bunga sudah jelas, dan mereka pasti mengerti apa yang akan kami lakukan,” tandasnya. (lp6/ram)