Faktor Kunci Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Faktor Kunci Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kresnayana Yahya, Enciety Business Consult, foto: arya wiraraja/enciety.co

Tahun 2015, Indonesia mengalami perlambatan ekonomi meski masih terbilang wajar. Sumber permasalahannya dari harga mata rantai komoditas yang anjlok menyusul harga bahan bakar minyak yang turun, mulai dari $ 120 per barel saat ini mencapai $ 43 per barel.

Keadaan menjadi tanda jika Indonesia harus segera berubah. Kandungan ekspor komoditas seperti karet, kelapa sawit, kakao, kopi, serta komuditas tambang logam seperti batu bara dan lain sebagainya, saat ini tidak bisa diandalkan.

Yang harus dilakukan para pelaku ekonomi di Indonesia ke depan adalah bergeser ke sektor produksi yang inovatif dan kreatif. Itu harus dilakukan lantaran untuk memproduksi barang yang dihasilkan dari komoditas tersebut, teknologi kita telah tertinggal dengan negara-negara maju.

Kita bisa melihat pola hidup masyarakat perkotaan atau lifestyle, pengeluaran untuk makanan bagi masyarakat perkotaan saat ini turun hingga 40 persen. Sedangkan pengeluaran non makanan di atas 60 persen. Artinya, saat ini masyarakat kota cenderung membeli barang dengan desain menarik yang memiliki nilai seni dengan nilai tawar keunikannya.

Jika ke depan para pelaku ekonomi tidak mampu mengorientasikan pada peningkatan produktivitas yang inovatif dan kreatif, maka industri tersebut tidak akan mampu bertahan lama. Pertumbuhan ekonomi akan sangat dipengaruhi oleh sektor-sektor produksi yang inovatif dan sangat erat dengan memaksimalkan pemanfaatan di bidang teknologi dan informasi (IT).