Faisal Basri: Dirut Pertamina Mundur karena Tak Kuat Tekanan

 

Faisal Basri: Dirut  Pertamina Mundur karena Tak Kuat Tekanan

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menilai pengunduran diri Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan lantaran perempuan itu tak kuat menghadapi tekanan.“Saya tahu beliau sangat profesional, mungkin hanya tidak kuat menahan tekanan, perseroan selalu diminta meningkatkan laba, sementara pemerintah sendiri tidak tegas dalam menjalankan kebijakan,” katanya.

Ketidaktegasan pemerintah tersebut, menurut Faisal nampak dari inkonsistensi kebijakan pemerintah di sektor energi. Misalnya kenaikan harga LPG dan BBM subsidi yang mengalami pasang surut. “Jadi terlalu banyak Intervensi. Pertamina udah naikin LPG, Pemerintah nurunin lagi, sebagai perusahaan, Pertamina pasti malu, ngapain jadi Dirut Pertamina kalau tidak bisa mengatur perseorannya secara mandiri, mungkin begitu yang dipikirkan beliau,” tambahnya.

Menurut Faisal, Karen adalah sosok pemimpin perusahaan pelat merah yang memiliki kinerja baik. Dibawah kepemimpinannya, Pertamina mengalami korporatisasi yang lebih baik.

Dengan pengunduran diri Karen, kemungkinan besar posisi dirut Pertamina akan kembali menjadi kursi panas. “Pertamina terkenal sering ganti-ganti dirut. Posisi ini selalu dipertarungkan, dulu antara Purnomo Sugiantoro yang menjagokan Nur Pamudji versus Sri Mulyani yang menjagokan Karen,” tuturnya.

Setelah enam tahun menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan memilih mengundurkan diri per 1 Oktober 2014. Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan telah menerima surat pengunduran diri Karen. “Betul, Dirut Pertamina telah mengajukan pengunduran diri,” kata Dahlan di Kementerian BUMN.

Menurut Dahlan, kemunduran diri Karen lantaran perempuan tersebut ingin meneruskan karirnya mengajar di universitas Harvard.  (bst/ram)