Facebook Gencar Perangi Spammers

Facebook Gencar  Perangi Spammers
foto:globalsign.com

Facebook kian gencar memerangi para spammers yang menjanjikan tanda “like” kepada para anggotanya, dan mengingatkan para pemilik akun Facebook untuk tidak memanfaatkan spam semacam ini. Jejaring sosial terbesar di dunia itu mengklaim, kalau telah mengumpulkan USD 2 miliar hasil gugatan terkait aktivitas penipuan di Facebook. Namun tidak dijelaskan bagaimana uang sebanyak itu bisa terkumpul.

Langkah Facebook ini ditempuh karena makin meningkatnya keprihatinan bahwa para pemilik akun — termasuk politisi dan perusahaan yang berusaha menjual produk — membeli tanda “like” ini agar terlihat makin populer. Facebook membidik industri yang acapkali menjanjikan para penggunanya mendapatkan “10.000 likes” atau lebih dengan sejumlah bayaran.

“Kami membuat aturan dan memakai mesin untuk menangkap perilaku mencurigakan. Kalau ada aktivitas penipuan yang tertangkap, kami akan bertindak melawan dan mencegahnya, termasuk memblokir akun dan menghapus semua tanda like palsu sekaligus,” kata salah satu teknisi Facebook, Matt Jones.

“Karena peralatan kami sudah makin canggih, kami juga menyumbangkan teknologi anti-spam untuk masyarakat akademis, dengan harapan agar perusahaan-perusahaan lain bisa memerangi masalah yang serupa.”

Jones menambahkan kalau perlu Facebook akan menggugat para spammers “sebagai peringatan bagi para calon pelanggar lainnya bahwa kami akan melawan dan mencegah penyalahgunaan platform kami. Kami juga akan membatasi tanda “like” per akun agar operasi spammer kurang efektif.”

Tujuan kebijakan ini menurut Jones adalah menjaga keaslian jaringan yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna tersebut. Facebook menerapkan berbagai teknik termasuk sistem algoritma untuk mendeteksi lonjakan tanda “like” yang tak wajar.

“Penting untuk diingat bahwa penipuan itu buruk bagi semua pihak — termasuk si pemilik laman sendiri, pengiklan, Facebook dan semua orang yang menggunakan platform kami,” ujarnya.

“Kami punya tekad kuat untuk secara agresif memburu para aktor jahat yang membuat tanda like palsu karena dunia usaha dan orang yang menggunakan platform kami menghendaki koneksi dan hasil nyata, bukan palsu.” (bst/ram)