Erupsi Gunung Raung Ancam Panen Tembakau

Erupsi Gunung Raung Ancam Panen Tembakau
foto: netcj.co.id

Erupsi yang ditumbilkan aktivitas Gunung Raung menyebabkan lahan tembakau di sejumlah kota terancam gagal panen. Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menyatakan panen yang dijadwalkan akhir Agustus ini terancam gagal.

Seperti yang disampaikan ketua APTI Abdus Setiawan yang dihubungi Selasa (28/7/2015), menyatakan panen tahun ini terancam gagal. Sebab banyak tanaman tembakau yang mengalami kerusakan dan penurunan grade.

“Tergantung situasi di Raung. Kalau erupsi segera selesai, ya kita bisa panen 50 persen. Tetapi bila kondisi Raung terus mengeluarkan abu vulkanik, tidak tertutup kemungkinan kita gagal panen,” kata Abdus, sapaannya saat dikonfirmasi kemarin.

APTI melansir sejumlah lahan yang terkendala erupsi Raung diantaranya Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso. Tetapi dari sejumlah kota yang terdampak akibat erupsi Raung adalah Jember.

Setidaknya sekitar 13-14 hektar dengan estimasi kerugian mencapai Rp 20 juta per hektar atau total kerugian mencapai Rp 260 juta hingga Rp 280 juta dari lahan terdampak. Selain itu, daun yang rusak sudah tidak bisa diolah lagi.

“Kerugian itu terdiri dari sewa lahan yang mencapai Rp 10 juta perhektar, ditambah dengan kerugian produksi akibat erupsi. Jadi totalnya bisa mencapai puluhan juta,” ungkap Abdurrahman, ketua petani Kasturi Jember saat dikonfirmasi terpisah.

Sementara produktivitas panen tembakau pertahunnya di Jawa Timur rata-rata 0,7 ton perhektar. Idealnya dengan lahan 13-14 hektar bisa menghasilkan antara 9,1 ton hingga 9,8 ton tembakau, bakal hanya menghasilkan 4,55 ton hingga 4,9 ton. Menurut Abdurrahman kondisi di Jember juga terkendala masalah air, akibat kemarau.

Baik APTI maupun sejumlah petani tembakau di kawasan tapal kuda tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut. “Solusi terakhir hanya membersihkan sisa debu vulkani di daun, agar grade tidak semakin turun. Tidak bisa disiram, karena daun bisa rusak dan malah tidak bisa panen,” tegasnya.

Dengan rusaknya sejumlah lahan akibat erupsi Raung, menyebabkan impor tembakau untuk industri rokok makin gencar. “Saat ini saja kita sudah impor tembakau, apalagi kalau hasil panen rusak, apalagi gagal panen,” tutup Abdus. (wh)