Eratex Perkuat Pasar AS dan Jepang

Eratex Perkuat Pasar AS dan Jepang

 

Kondisi pasar garmen dunia yang terus membaik membuat PT Eratex Djaja Tbk semakin optimis. Sebab itu, perseroan menargetkan akan membukukan penjualan sebesar USD 60,4 juta atau sekitar Rp 700 miliar pada tahun ini. Dengan perolehan laba bersih mencapai USD 1,027 juta atau sekitar Rp 11,9 miliar.

Firman Wahyudi, Finance Controller PT Eratex Djaja, menuturkan untuk mencapai target sebesar itu, pihaknya terus meningkatkan efisiensi. Selain itu, juga menggenjot pasar terutama di Amerika dan Jepang. Sebab, kedua wilayah tersebut memiliki potensi pasar yang cukup besar.

“Tahun lalu, pasar Amerika mengkaver 75 persen dari total penjualan Eratex sebesar USD 56,9 juta. Sementara pasar Jepang menngkaver 13,2 persen. Sisanya tersebar di Eropa, Australia, dan Asia,” kata Firman Wahyudi usai public expose, Kamis (3/4/2014).

Ia mengatakan, pasar di Amerika dan Jepang sangat ketat, terutama pada kualitas dan delivery time-nya. “Namun, peluangnya cukup besar. Karena itu, kami akan terus tingkatkan pasar di sana,” ujar Firman.

Terkait kinerja pada tahun ini, Firman mengatakan bahwa pihaknya optimistis target pendapatan sebesar USD 60,4 juta akan tercapai. Pasalnya, tiga tahun terakhir, kinerja perseroan terus membaik.

Tahun 2012 lalu, penjualan Eratex mencapai USD 49,6 juta. Kemudian pada tahun 2013, meningkat menjadi USD 56,9 juta. Hingga triwulan I tahun ini, penjualan telah mencapai USD 16 juta. “Laba bersihnya tahun ini juga kami harapkan meningkat. Kalau tahun lalu masih USD 718 ribu, maka tahun ini akan mencapai USD 1 juta atau sekitar Rp 11 miliar,” tambahnya.

Sementara itu, Juliarti Pudji selaku Corporate Administration Manager PT Eratex menambahkan, pasar garmen masih bagus asal bisa meningkatkan efisiensi. Sebab itu, sejak dua tahun lalu, pihaknya membelanjakan modal (capex) sebesar USD 1,8 juta (sekitar Rp 20 miliar) untuk membeli sejumlah mesin jahit, mesin potong, mesin laundry teknologi terbaru, serta perbaikan gudang. “Hasilnya, over time bisa kita tekan sehingga efisiensi semakin meningkat,” kata Juliarti. (wh)