Era Revolusi Industri 4.0, RS Mata Undaan Launching Logo Baru

Era Revolusi Industri 4.0, RS Mata Undaan Launching Logo Baru

Kresnayana Yahya menghadiri Launching Logo baru RS Undaan.foto:arya wiraraja/enciety.co

Rumah Sakit (RS) Mata Undaan harus punya knowledge center yang mempu menyajikan data up to date. Dengan knowledge center, keberadaan rumah sakit legendaris di Surabaya itu akan dapat berkembang dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Rumah sakit dapat memiliki program pencegahan terhadap penyakit dari pada program penyembuhan. Dengan mencegah penyakit sebelum menjangkit masyarakat, saya yakin masyarakat lebih produktif. Mereka tidak perlu mengeluarkan uang berobat dan lebih fokus dalam hal pencegahan,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Launching Logo Baru RS Mata Undaan Lobby Graha Medik Sentra, Jalan Undaan Kulon, Surabaya, Jumat (10/1/2020).

Kata dia, hadirnya logo baru RS Mata Undaan Surabaya harus dapat menumbuhkan trust building kepada pasien dan calon pasien. Artinya, perubahan logo juga harus diimbangi perubahan kinerja. Seperti penggunaan kertas yang berlebih yang mulai pindah ke pemanfaatan sistem atau software.

“Kita tidak terjebak pada rutinitas. Contohnya ini, untuk penanganan kita harus nunggu tanda tangan dokter atau dari pihak RS. Sudah saatnya kita meninggalkan hal-hal ribet seperti itu,” paparnya.

Dia menambahkan, RS harus bisa masuk di dunia digital. Di antaranya dengan memiliki website sendiri. Selain itu, RS saat ini harus dapat merekam alias menceritakan segala kegiatan yang dilakukan. Karena hal ini akan dicari masyarakat di era keterbukaan seperti sekarang.

Menurut dia, pelanggan dalam hal ini pasien, ditentukan oleh customer experience. Artinya kepuasan para pasien rumah sakit ini ditentukan keterlibatannya dalam pelayanan RS.

“Jika ingin berkembang dan mengikat hati pasien, kita harus lebih customer centricity. Artinya, rumah sakit harus lebih memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kuncinya adalah customer staticfaction,” cetus Bapak Statistika Indonesia itu.

Humas & Pemasaran RS Mata Undaan Yonita Eka mengatakan, logo RS Mata Undaan ini telah berubah sebanyak tiga kali. Tahun 1933, 2014 dan saat ini di 2020. Perubahan logo di 2020 ini merefleksikan metamorfosis kesiapan pelayanan RS di era revolusi industri 4.0.

“Ada empat layanan unggulan yang dimiliki oleh RS Mata Undaan. Yaitu, Lasik, Vitreo Retina, Glaukoma dan Katarak. Pelayanan yang paling sering dilakukan oleh RS Mata Undaan adalah penanganan penyakit katarak,” ujarnya.

Saat ini RS Mata Undaan memiliki Data Base on KTP untuk rekam medis pasien. Sedangkan untuk Kartu berobat, kata Yonita, diperuntukkan untuk memudahkan cari data pasien. RS Mata Undaan saat ini memiliki aplikasi pendaftaran online yang bisa di-download di Google Store. Dengan nama aplikasi RSMU EYECare.

“Aplikasi ini membantu para pasien yang berasal dari luar kota. Di aplikasi tersebut tidak hanya mencatat pasien baru, tetapi para pasien juga dapat melihat nama dokter-dokter yang akan praktik dan menangani. Aplikasi ini sudah mulai di-download dan beroperasi sejak pertengahan 2019,” kata dia. (wh)