Energi Baru Terbarukan Bakal Jadi Tren Baru Usaha

Energi Baru Terbarukan Bakal Jadi Tren Baru Usaha

Galih Aji Wahana, Dr. Hariyanto dan Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya dengan tema Energi Terbarukan. Era Baru Energi Indonesia, Jumat (24/5/2019). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Energi baru terbarukan ini menjadi satu bidang bisnis baru yang sangat menjanjikan.

“Energi baru terbarukan ini dalam waktu dekat diperkirakan menjadi tren baru usaha. Hal itu dikarenakan selain ramah lingkungan, sifatnya juga berkelanjutan, terus bergerak dan berkembang,” ujar Dr. Hariyanto, Direktur Konservasi Energi, Ditjen EBTKE, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (24/5/2019).

Dalam acara yang dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya itu, Hariyanto mengungkapkan, secara nasional pihaknya memiliki target 23 persen pemakaian energi baru terbarukan di tahun 2025 mendatang. Saat ini, penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia masih 8 persen.

“Untuk mengatasi tantangan itu, kami menerapkan program penggunaan bauran minyak sawit dalam solar sebesar 20 persen (biodiesel 20). Program ini dimulai pada September 2018 lalu. Salah satu capaian yang kita bidik adalah bagaimana mengurangi impor bahan bakar minyak,” tegasnya.

Sejak tahun 2018 lalu, terang Harianto, pihaknya mencatat dari pemanfaatan 3,7 juta kiloliter biodiesel 20 dapat menghemat anggaran Rp 28 triliun.

“Jika dilinierkan bisa menghemat 6,5 juta kiloliter bahan bakar dalam kurun waktu setahun,” papar dia.

Ke depan, Hariyanto menegaskan jika biodiesel 20 ini bakal ditingkatkan menjadi biodiesel 30 pada tahun 2020 mendatang.

 “Jika dihitung secara sederhana kita dapat berhemat atau hanya menggunakan 10 sampai 10,5 juta kiloliter biodiesel 30 dalam jangka waktu setahun,” tandas Hariyanto. (wh)