Enam Bulan, Suzuki Target Market Share 30 Persen

 

Enam Bulan, Suzuki Target Market Share 30 Persen

Diler utama Suzuki PT Sejahtera Buana Trada (SBT) berupaya memerkuat penjualan pick up di Jawa Timur dengan target menaikkan pasar hingga 30 persen. Upaya ini tak lepas dari tingginya penjualan Suzuki pick up secara nasional yang berkontribusi hingga 50 persen.

Di wilayah Jawa Timur, Suzuki mengakui masih tertinggal dari pabrikan lainnya dengan carian serupa. Dimana saat ini kontribusi penjualan Suzuki masih di kisaran 20 persen market share Jawa Timur.

“Harapan kita dalam enam bulan ke depan bisa menaikkan market share di kisaran 30 persen. Sebetulnya target kami bisa lebih dari angka itu, tetapi saat ini kita upayakan tembus 30 persen dahulu,” urai Belliyanto Tanoyo, Branch Manager SBT, akhir pekan lalu.

Belly, sapaan karibnya, menjelaskan catatan per bulan mampu menjual 80 unit pick up dalam satu bulan. Berdasarkan data itulah, SBT optimistis bisa menaikkan pasar mobil pick up di Jawa Timur. Sebelumnya, Suzuki memiliki pasar pick up di Kalimantan yang cukup besar dibanding Jawa.

Belly mengakui, di Jawa Timur dominasi pick up dan Ertiga masih yang terbesar kontribusinya. “Sejauh ini baru dua unit ini yang paling besar kontribusinya. Keduanya mengalami kenaikan penjualan sekitar 20-30 persen pada semester pertama tahun ini,” jelasnya. Sedangkan sisanya adalah jenis mobil city car seperti Karimun dan Swift.

Sejalan dengan itu, pada momen lelang Lebaran tahun ini penjualan Suzuki semua varian mengalami kenaikan. Hingga jelang Lebaran tahun ini sudah tercapai 340 unit untuk semua varian. Sementara penjualan semua unit Suzuki tahun lalu tercapai 300 unit pada periode yang sama.

“Khusus untuk jelang Lebaran tahun ini, kenaikannya sekitar 30-40 persen dibanding bulan reguler. Angka tersebut belum final. Perkiraan kami pasar masih menguat hingga sepekan jelang Lebaran,” urainya.

Berdasarkan prediksi tahun ini, penjualan Suzuki diperkirakan mencapai 400 unit. Hanya saja Belly belum bisa memprediksi pertumbuhan masing-masing varian. “Kalau melihat pergerakan perbulan, kami memprediksi pick up masih bisa menjadi market leader,” tegasnya. (wh)