Elpiji 12 Kg Hanya Naik Rp1.000/Kg

Elpiji 12 Kg Hanya Naik Rp1.000/KgPemegang saham PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga elpiji ukuran 12 kg hanya Rp1.000 per kg. Sebelumnya harga yang ditetapkan naik sekitar Rp3.900 per kg.

“Setelah konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maka diputuskan kenaikannya hanya sebesar Rp1.000 per kilogram, yang mulai nanti malam (pukul 00.00 WIB, 7 Januari 2014),” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, usai Rapat Konsultasi dengan BPK soal kenaikan elpiji 12 kg di Gedung BPK, Jakarta, Senin.

Selain Ketua BPK Hadi Purnomo yang merekomendasikan kenaikan elpiji nonsubsidi 12 kilogram, juga turut hadir Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Jero Wacik, Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin, Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan, dan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya.

Dahlan lalu menyatakan tidak bisa menjamin kenaikan elpiji kemasan 12 kg  Rp 1.000 per kilogram dipertahankan terus. Kenaikan elpiji 12 kilogram akan dilakukan secara bertahap untuk menutup kerugian yang diderita Pertamina. “Hanya langit yang tahu,” ujar Dahlan.

Ia beralasan, Pertamina selalu merasa kesulitan untuk menaikkan harga elpiji karena tekanan. Jika dinaikkan awal tahun, lanjut Dahlan, akan dipertanyakan mengapa kebijakan tersebut diambil padahal masih awal tahun dan tidak pada pertengahan atau akhir tahun. Alasan tersebut begitu seterusnya berputar-putar dan menyebabkan tidak ada kenaikan harga selama empat tahun terakhir.

“Elpiji 12 kilo ini sudah tidak naik empat tahun yang lalu. Dulu ketika Pertamina minta naik ya naik bertahaplah. Tapi mau naik awal tahun dibilang awal tahun kok naik, tengah tahun kok naik, akhir tahun dibilang kok naik akhir tahun. Jadi selama empat tahun begitu terus,” papar Dahlan.

Sebelumnya, Pertamina menaikkan elpiji kemasan 12 kilogram sebesar Rp 3.959 per kilogram awal tahun ini karena alasan menderita kerugian Rp 7,7 triliun setelah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).(ant/tribun/wh)