Elektabilitas Parpol Berbasis Massa Islam Menurun

Elektabilitas Parpol Berbasis Massa Islam MenurunDirektur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Kuskrido Ambardi memprediksi, elektabilitas partai politik berbasis massa Islam cenderung menurun pada Pemilu 2014 dibanding pemilu sebelumnya.

“Kecenderungannya memang seperti itu, meskipun tentunya tetap memiliki loyalis,” kata Kuskrido di Jogjakarta, Jumat (13/12/13).

Menurut dia, kecenderungan penurunan tersebut akan tetap ada, meskipun beberapa partai politik Islam mengklaim akan dapat mempertahankan dukungan yang besar pada dapil-dapil basis massa mereka.

“Sekalipun ada pengakuan sebuah parpol menambah kursi, namun sebetulnya pada Pemilu 2004 ke Pemilu 2009 terjadi penurunan, dan lebih banyak memenangkan dapil yang kurang padat,” katanya.

Menurut dia, inklusivitas atau keterbukaan yang selama ini mulai dibangun oleh beberapa partai politik (parpol) berbasis massa Islam belum cukup mendongkrak dukungan suara. Beberapa parpol mencoba membuka diri pada ideologi lain, belum cukup menambah dukungan suara.

Kuskrido juga menilai upaya menambah dukungan suara dengan merangkul tokoh populer atau artis juga tidak efektif.

“Menggandeng artis atau tokoh populer justru akan dinilai sebagai sensasi. Sekalipun menambah dukungan, tapi terbatas,” katanya.

Namun demikian, sebagai partai dengan identitas keagamaan, Kuskrido meyakini partai berbasis massa Islam dapat mempertahankan pendukungnya. Kelompok agama selalu ada loyalisnya, namun jumlahnya akan menurun, dibanding partai nasionalis.

Oleh karena itu, kata dia, partai berbasis massa Islam tetap perlu mempertahankan identitas keagamaannya.

“Sebagai kekuatan identitas atau simbol keagamaan, memang perlu dipertahankan, namun perlu tambahan terkait kepentingan yang langsung dirasakan publik,” katanya.(tempo/bh)