LSI: Elektabilitas Demokrat Merosot, Golkar-PDIP Bersaing Ketat

LSI: Elektabilitas Demokrat Merosot, Golkar-PDIP Bersaing Ketat

Pemilu 2014 ditandai momen penting, yaitu berakhirnya rezim Partai Demokrat. Rezim selama 10 tahun kokoh berkuasa, akhirnya terjun bebas pada Pemilu 2014.

“Merosot tak terbendung di bawah 5 persen, hanya sebesar 4,7 persen. Partai ini juga diprediksi akan sulit bangkit kembali menjadi pemenang pemilu. ” kata Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Adjie Alfaraby, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (2/2/2014).

Elektabilitas Partai Demokrat dalam survei bahkan lebih kecil dibanding saat muncul sebagai partai baru pada 2004. Kala itu, partai ini memperoleh dukungan 7,45 persen. Kemudian pada Pemilu 2009 melonjak 20,85 persen.

Dengan perolehan hanya sebesar 4,7 persen, Demokrat tidak dapat tergolong ke dalam partai pemenang, bahkan partai kecil. Dari hasil survei, Partai Demokrat berada di bawah Partai Golkar (18,3 persen), PDIP (18,2 persen), serta Partai Gerindra (8,7 persen).

“Struktur Demokrat yang sedang mengalami konflik internal, kultur ketergantungan kepada sosok SBY, serta ideologi yang lemah,” terang Adjie.

Beberapa faktor yang diharapkan menaikkan elektabilitas partai ini juga dirasa sulit, termasuk dengan menggelar konvensi Calon Presiden. Hal tersebut karena sejumlah capres yang berasal dari konvensi, elekabilitasnya di bawah 5 persen.

Seperti Dahlan Iskan hanya memperoleh dukungan 2,5 persen, Pramono Edhi 2,1 persen dan Marzuki Alie 2,0 persen. Sedangkan sisanya seperti Gita Wirjawan, Irman Gusman, hingga Anies Baswedan memperoleh dukungan di bawah 2 persen.

“Ketokohan yang diharapkan bisa mengangkat pamornya tidak terbukti. Semua tokoh Demokrat di bawah 5 persen, jadi jika Demokrat berharap tokoh konvensi bisa mengangkat elektabilitas, itu sulit karena cukup jauh di bawah 5 persen,” ujar dia.

Untuk diketahui, survei LSI Netrwork ini dilakukan pada 6 hingga 16 Januari 2014 di 33 provinsi di Indonesia. Survei ini dilakukan terhadap 1.200 responden dengan menggunakan metode multistage random dengan margin error kurang lebih 2,9 persen. (viv/bh)