Eksportir Jatim Dukung Penambahan Luas Perkebunan Kopi

Eksportir Jatim Dukung Penambahan Luas Perkebunan Kopi

 

Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) Jatim menyambut gembira upaya Pemprov Jatim menambah luas perkebunan kopi. Melalui Dinas Perkebunan, penambahan luas areal perkebenunan di pantai selatan adalah untuk komoditi kopi, coklat, dan karet.

Ketua Umum GAEKI Jatim Hutama Sugandhi menyambut gembira rencana tersebut. Namun dia berharap dilakukan kajian teknis terlebih dulu agar program bagus ini tepat sasaran. Salah satunya dengan menambah jenis kopi Arabica yang msaih minim di Indonesia.

“Jenis kopi yang kita butuhkan saat ini adalah Arabica. Selain harganya yang mahal, jenis kopi Arabica sangat diminati di pasar global. Maka itu, apakah nanti di pesisir selatan itu dikembangkan utnuk Arabica atau yang lain. Sebab sampai sekarang kita (GAEKI Jatim) belum pernah mendengar program tersebut,” kata Sughandi, Rabu (19/3/2014).

Jenis Arabica memiliki ciri berbentuk oval dan rasanya lebih asam. Arabica butuh ketinggian sebagai areal perkebunannya. Sebaliknya untuk jenis robusta memiliki ciri bulat dan rasanya lebih pahit. Sedangkan areal yang dibutuhkan adalah dataran rendah.

Pun dengan harga yang dipatok untuk jenis Arabica dipasar internasional bisa mencapai USD 4 atau setara dengan Rp 45 ribu per kilogram. Sebaliknya jenis Robusta baru mencapai Rp 20 ribu per kilogramnya.

Sugandhi menilai bila mengacu dari kebutuhan dua jenis kopi ini untuk wilayah pesisir selatan Jatim lebih banyak dataran rendah. “Sebelum melakukan penanaman, perlu kajian survei. Apakah daerah baru ini cocok untuk jenis robusta atau arabica. Jangan sampai asal tanam, tetapi mutu yang diharapkan nantinya tidak sesuai,” tegasnya.

Pemprov Jatim berencana menambah areal perkebunan kopi di pesisir selatan seluas 2.000 hektar. Selain itu, Pemrpov Jatim berencana mengalokasikan anggaran dari dana ABPD sebesar Rp 5 miliar. Anggaran itu termasuk untuk benih, pupuk, kantong plastik dan upah pembibitan sebesar Rp 2.500 per batang kopi.

“Dana ini di ambil dari dana APBD Jatim. Tahun ini, dana untuk stimulus petani kopi Arabika sekitar Rp 5 miliar. Kami berharap produksi kopi Arabika Jatim terus meningkat,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Samsul Arifin. (wh)