Ekspor Tekstil Meningkat, Perajin Batik Bentuk Asosiasi

 

Ekspor Tekstil Meningkat, Perajin Batik Bentuk Asosiasi

Meningkatnya nilai ekspor tekstil Indonesia yang mencapai USD 12,6 miliar per tahun membuat para perajin batik Jawa Timur membentuk asosiasi. Komunitas yang terdiri 158 perajin batik itu dinamai Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ).

Dikatakan Ketua APBJ Putu Sulistiani Prabowo ekspor tekstil Indonesia pada Januari hingga Maret 2014 saja mencapai USD 3,1 mliar. Artinya industri tekstil di tanah air khususnya batik di Jawa Timur mendapatkan perhatian dari pasar internasional.

“Karena itu, untuk meningkatkan kualitas serta membuka akses pasar lebih banyak lagi kami membentuk asosiasi yang berfungsi menghimpun perajin batik se Jawa Timur,” terang Putu, Selasa (16/9/2014).

Menurut Putu, meski saat ini anggotanya sudah lebih dari 158 perajin batik. Namun diperkirakan masih terdapat ratusan perajin yang belum terjaring menjadi anggota asosiasinya. Dari catatannya terdapat 300 perajin batik yang nantinya akan bergabung dengan asosiasi yang dibentuk pada 7 September 2014 lalu itu.

“Nanti kita akan launching pada puncak peringatan hari batik nasional, pada 2 Oktober mendatang,” cetusnya.

Karenanya, Putu, berharap mereka yang belum bergabung bisa segera mendaftarkan diri sehingga bisa diajak bersama untuk memajukan batik di Jawa Timur.

Selain itu, dengan mendirikan asosiasi, maka kerjasama dengan berbagai pihak terkait juga akan mudah dilakukan. Misalnya, untuk promosi, serta permodalan maka asosiasi dengan mudah bisa bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Biro Perekonomian, serta Dinas Komunikasi dan Informasi.

Lounching APBJ sendiri rencananya akan dilakukan oleh Nina Soekarwo, Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah)saat puncak peringatan hari Batik Nasional 2 November di Balai Budaya Gedung Cakdurasim. Saat lounching, juga akan disemarakkan dengan parade batik, demo membatik, gelaran batik kuno, serta fashion show.

Sementara itu, Arty Israwan, Sekretaris APBJ mengatakan bari para perajin batik asalkan berdomisili di Jawa Timur maka bisa ikut bergabung dalam asosiasi.

“Asalkan dia benar-benar perajin batik baik itu tulis maupun cap. Asosiasi ini khusus perajin, tidak boleh distributor atau pengepul,” kata pemilik Griya Batik Gresik ini.

Dengan adanya asosiasi ini, Arty berharap akan muncul motif-motif baru khas batik dari Jawa Timur. Apalagi, secara filosofi, batik Jawa Timur saat ini memang masih kalah dibandingkan batik Jawa Tengah yang selalu memiliki filosofi sendiri dalam setiap motifnya.

Arty mengatakan, perkembangan batik Jawa Timur saat ini terus bergeliat. Dia mencontohkan, saat ini mulai tumbuh puluhan perajin baru. Arty sendiri mengaku baru mulai membatik pada tahun 2009 silam. (wh)