Ekspor Rajungan Sumbang Kas Negara Rp 5 Triliun

rajungan
Ekspor komoditas perikanan rajungan (Portunus pelagicus) Indonesia sumbangannya mencapai USD 414,4 per tahun atau sekitar Rp 5 triliun. “Nilai ekspor pada 2013 itu meningkat pesat, dari tahun 2005 yang masih berada di kisaran USD 130,9,” kata Dr Purwito Martosubroto dari Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnasjiskan) Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Tujuan ekspor terbanyak adalah Amerika Serikat. “Di mana 50 persen nilai impor rajungan ke AS berasal dari Indonesia,” katanya. Ia menjelaskan perikanan jenis mulai berkembang sekitar tahun 1990-an, di mana harga pada saat itu sekitar Rp 5.000 hingga Rp7.000 per kg. Dengan berkembangnya kegiatan ekspor pada awal 2000-an, kegiatan penangkapan mulai meningkat.
Merujuk data pada 2013, ia menyebutkan harga rajungan di pabrik pengalengan sudah mencapai Rp250.000 per kg. Kegiatan itu menyerap banyak tenaga kerja, khususnya di tempat pengolahan (mini plant). Ia menambahkan dalam data statistik ekspor Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Ditjen P2HP) KKP komoditas rajungan dan kepiting masih digabung.
Purwito Martosubroto menyatakan ada sejumlah kegiatan yang mendukung perikanan rajungan, di antaranya perhatian pemerintah terhadap perikanan jensi ini mulai meningkat sejak tahun 2009. Kondisi itu, antara lain didorong oleh berkembangnya sertifikasi ekolabel di negara pengimpor, di mana pembeli di AS ingin agar komoditas yang masuk ke negara itu berasal dari perikanan yang berkelanjutan. Karena itu, lahir lah asosiasi para pengolah rajungan yang disebut APRI tahun 2007. (bst)