Ekspor Perhiasan-Permata Jatim Naik 106,44 Persen

Ekspor Perhiasan-Permata Jatim Naik 106,44 Persen

Andil komoditi non-migas pada ekspor Jatim pada Januari 2014 semakin meningkat. Nilai ekspor naik 10,74 persen atau sebesar USD 49,15 juta, dibandingkan ekspor non migas pada Desember 2013 yang mencapai USD 1.439,87 juta. Pada periode yang sama pada tahun sebelumnya, nilai ekspor non-migas Jatim (y-o-y) naik 32,01 persen.

“Ekspor non-migas ini didominasi oleh perhiasan/permata dengan nilai USD 255,6 juta. Atau meningkat 106,44 persen dibandingkan Desember 2013,” kata ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim M. Sairi Hasbullah, Senin (3/3/2014).

Sairi menilai, demand (permintaan) yang tinggi dari Afrika Selatan, Jepang, dan Taiwan memberikan andil meningkatnya ekspor Jatim. “Ekspor perhiasan/permata memang mengalami tren lonjakan yang positif. Sejak lama, Afrika Selatan merupakan pasar terbesar ekspor perhiasan/permata Jatim. Afsel mengimpor sekitar USD 38 juta,” sebutnya.

Sedangkan Jepang berada di urutan kedua dengan mengimpor sekitar USD 25 juta perhiasan/permata.

Bahan kimia organik turut memberikan andil pada ekspor Jatim. Selama Januari 2014, besarnya USD 170,93 juta. Lemak dan minyak hewan/nabati menyumbang sebesar USD 139,08 juta,  kayu dan barang dari kayu sebesar USD 85,88 juta. Untuk ikan dan udang memberikan kontribusi sebesar USD 82,19 juta.

Secara keseluruhan, nilai ekspor Jatim bulan Januari  2014 mencapai USD 1.643,66 juta atau naik 9,35 persen dibandingkan bulan Desember 2013 yang mencapai USD 1.503,13 juta. Bila dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor Jatim naik sebesar 34,82 persen (y-o-y).

Sedangkan impor Jatim pada Januari 2014 turun sebesar 0,96 persen atau senilai USD 2.215,48 juta. Ini dibandingkan Desember 2013 yang mencapai USD 2.236,99 juta. Namun, bila dibandingkan dengan periode ang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor Jatim naik sebesar 9,35 persen (y-o-y).(wh)