Ekspor Non Migas Jatim Capai USD 1,562 M

 

Ekspor Non Migas Jatim Capai USD 1,562 M

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim merilis realisasi ekspor Maret 2014 mencapai USD 1,562 miliar. Realisasi tersebut mengalami penurunan sebesar 0,6 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD 1,572 miliar.

Kepala BPS Jatim, Sairi Hasbullah menyatakan, penyebab penurunan ini karena ekspor hasil industri turun 1,69 persen. Sementara ekspor hasil pertanian dan pertambangan justru naik masing-masing sebesar 11,3 persen dan 154,22 persen.

Untuk hasil industri, komoditas ekspor yang terkoreksi adalah perhiasan dan permata. Komoditas ini mengalami penurunan ekspor sebesar 18,8 persen, dari USD 384,914 juta pada April, menjadi USD 312,566 juta di bulan Maret.

Penurunan ekspor juga terjadi untuk hasil produksi industri bahan kimia organik yang mencapai sebesar 18,84 persen dari USD 169,870 juta menjadi US$ 137,867 juta.

“Ekspor daging dan ikan olahan juga mengalami penurunan sebesar 4,32 persen. Sementara ekspor mesin dan peralatan listrik turun 5,12 persen,” kata Sairi Hasbullah di Kantor BPS Jatim Surabaya, Jumat (2/5/2014)

Jika dilihat dari negara tujuan, ekspor Jatim mengalami penurunan tertinggi terjadi ke negara Afrika Selatan dan Taiwan. Ekspor ke Afrika Selatan turun 20,41 persen dan ke Taiwan turun 44,8 persen.

Menurut Sairi, pada bulan Februari, ekspor Jatim ke Afrika mencapai USD 158,093 juta, sedangkan bulan Maret turun USD 125,818 juta. untuk ekspor ke Taiwan dari USD 113,914 juta menjadi USD 62,886 juta.

Meski emas perhiasan mengalami penurunan, Sairi menyebut komoditas ini menjadi penyumbang ekspor non migas Jatim terbesar. Setidaknya untuk ekspor emas perhiasan menyumbang 20,17 persen terhadap total ekspor bulan Maret.

Pun dengan bahan kimia organik, kontribusinya menjadi terbesar kedua dengan kisaran 10,13 persen, disusul ekspor lemak dan minyak hewan nabati yang mencapai USD 197,387 juta atau sebesar 9,37 persen terhadap total ekspor.

Sejauh ini Jepang masih menjadi tujuan utama ekspor Jatim, diikuti China, Amerika Serikat dan Afrika Selatan. Ekspor ke Jepang pada bulan Maret mencapai USD 245,178 juta atau 14,29 persen terhadap total ekspor non migas.

Untuk ekspor ke China mencapai USD 186,635 juta atau 12,17 persen dari total nilai ekspor dan ke Amerika Serikat pada bulan yang sama mencapai USD 159,643 juta atau 10,56 persen terhadap total nilai ekspor non migas Jatim. (wh)