Ekspor Mebel Terkendala Pasokan Listrik

Ekspor Mebel Terkendala Pasokan Listrik
sumber foto: geotimes

Ditengah-tengah upaya meningkatkan ekspor kerajinan kayu dan mebel ke Eropa dan Amerika Serikat, para pengusaha mebel asal Sidoarjo masih mengalami kendala oleh pasokan listrik.

“Penyelesaian produksi mebel mereka terhambat daya listrik PLN yang sering padam,” kata Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) Jawa Timur, Nur Cahyudi ditemui di Surabaya, Jatim, Kamis (28/5/2015).

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap melambatnya peningkatan kinerja ekspor Jatim tahun ini. Apalagi furnitur merupakan salah satu dari 10 komoditas ekspor utama provinsi tersebut.

“Dari total nilai ekspor non migas Jatim sebesar 17,209 miliar dolar AS pada tahun 2014, kontribusi furnitur sedikitnya satu miliar dolar AS dan tahun ini sumbangan furniturpun masih tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, layanan pasokan daya listrik dari PLN Sidoarjo sejak beberapa bulan terakhir sering padam hingga beberapa jam. Bahkan pemadaman bisa mencapai 12 jam dalam sehari.

Sebelumnya , AMKRI juga berharap adanya langkah yang dapat meringankan beban industri mebel, diantaranya memberikan insentif untuk revitalisasi/peremajaan mesin. Selama ini impor mesin baru dikenakan bea masuk 5 persen, padahal merupakan barang modal. Asesoris mebel berupa barang-barang dari logam seperti kaki meja juga masih diimpor dan dikenakan bea masuk, sehingga produsen mebel sulit menekan biaya produksi.

”Pemerintah perlu membuat iklim kondusif bagi investor guna mendirikan supporting industry/industri pendukung produksi mebel berupa asesoris mebel agar tidak mengalami ketergantungan terhadap impor,” ujarnya.

Nur mengkhawatirkan melemahnya kinerja industri mebel Jatim tahun ini, di tengah besarnya peluang pasar mebel dunia. Kondisi industri mebel semacam itu bisa berdampak terhadap penurunan volume kegiatan industri ikutannya seperti pabrik cat, kertas karton, transportasi, angkutan truk kontainer.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, sebut dia, nilai ekspor nonmigas Jatim pada tahun 2014 sebesar 17,209 miliar dolar AS dengan tujuan utama Jepang, AS, dan Eropa. Komoditas perhiasan menduduki peringkat pertama dan furnitur masuk dalam jajaran 10 komoditas utama ekspor. (kmf/wh)