Ekspor Kelola Mina Laut Naik 30 Persen

Ekspor Kelola Mina Laut Naik 30 Persen

Produk perikanan yang sudah berorientasi ekspor sekarang ini terus mengalami peningkatan. Bahkan saat kondisi mata uang dolar Amerika Serikat mengalami penguatan, permintaan untuk ekspor produk perikanan juga terus tumbuh.

“Kami akui ada kenaikan permintaan untuk ekspor. Saat ini (dibandingkan USD belum menguat,red) kenaikannya sekitar 30 persen,” ungkap Presiden Direktur PT Kelola Mina Laut (KML) Muhammad Najikh.

Kenaikan permintaan untuk ekspor itu khusus di KML terutama didominasi produk ikan teri. Dan disusul produk perikanan lainnya seperti udang, ikan kakap merah, gurita, rajungan dll. Semua produk perikanan yang di ekspor itu diakui sudah dalam bentuk olahan.

“Pangsa pasar masih didominasi untuk ekspor ke Jepang. Namun beberapa negara tujuan lain seperti Taiwan, RRT, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa permintaannya juga terus tumbuh,” kata dia.

Untuk menjaga agar stok hasil perikanan tetap bisa memenuhi permintaan pasar di luar negeri, PT KML telah menggandeng para nelayan dan pengeluk ikan di berbagai pelosok tanah air. Bahkan saat ini PT KML yang berlokasi di wilayah Gresik itu memastikan jika pasokan produk perikanan untuk ekspor masih aman.

“Kami tidak mengandalkan pada melemahnya rupiah, karena saya rasa ini tidak akan berlangsung lama. Kami lebih menjaga produk yang punya keunggulan,” urainya.

Sedangkan mengenai pasokan didalam negeri, pihaknya lebih menyasar kepada penjualan produk olahan perikanan yang dipasarkan ke beberapa supermarket modern. Sebab dengan kondisi perokonomian saat ini, beberapa masyarakat sudah mulai menahan diri pergi ke restoran.

“Mereka bisa beli di supermarket dan dimasak sendiri,” tandasnya. (wh)