Ekspor Jatim Turun 3,16 Persen

Ekspor Jatim Turun 3,16 Persen
Perhiasan dominasi nilai ekspor Jatim. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Nilai Ekspor Jawa Timur pada Desember 2015 mencapai USD 1.247,01 juta atau turun 3,16 persen dibanding ekspor bulan November 2015 sebesar USD 1.287,64 juta. Sementara itu secara kumulatif, nilai ekspor Januari sampai Desember tahun 2015 mencapai USD 17.120,19 juta atau turun 8,78 persen dibanding ekspor periode yang sama tahun 2014 yang mencapai USD 18.767,26 juta.

“Berbalik dengan nilai impor yang naik, untuk nilai ekspor Jatim mengalami penurunan 3,16 persen dibanding bulan sebelumnya atau November,” tegas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim M Sairi Hasbullah, Jumat (15/1/206).

Dari data yang resmi dikeluarkan, tercatat ekspor migas Jawa Timur bulan Desember 2015 mencapai USD 33,93 juta atau turun 67,46 persen dibanding ekspor migas bulan November 2015 sebesar USD 104,29 juta. Sedangkan selama Januari sampai Desember 2015 ekspor migas mencapai USD 624,19 juta atau turun 20,31 persen dibanding ekspor migas periode yang sama tahun 2014 di USD 783,29 juta.

Sedangkan untuk ekspor non migas Jawa Timur bulan Desember 2015 mencapai USD 1.213,08 juta atau naik 2,51 persen dibanding ekspor non migas bulan November 2015 yang mencapai USD 1.183,34 juta. Selama Januari sampai Desember 2015 ekspor non migas mencapai USD 16.495,99 juta atau turun sebesar 8,27 persen dibanding ekspor non migas periode yang sama tahun 2014 pada USD 17.983,98 juta.

Selama bulan Desember 2015 ekspor non migas Jawa Timur didominasi oleh perhiasan/ permata dengan nilai USD 114,48 juta, diikuti kayu dan barang dari kayu sebesar USD 96,53 juta, lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD 91,95 juta, ikan dan udang USD 84,90 juta, serta kertas/ karton sebesar USD 69,18 juta.  Komoditi utama dari kelompok barang perhiasan/permata (HS 71) adalah limbah dan skrap perhiasan logam mulia lainnya senilai USD 56,71 juta atau naik 0,20 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sedangkan di kelompok komoditi kayu dan barang dari kayu (HS 44) komoditi utamanya adalah kayu termasuk strip dan frieze dari non konifer lainnya untuk lantai papan adalah senilai USD 40,53 juta, naik 12,30 persen dari bulan sebelumnya, dan di kelompok lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) komoditi utamanya adalah minyak kelapa sawit dan fraksinya, dimurnikan maupun tidak, tetapi tidak dimodifikasi secara kimia lainnya senilai USD 29,17 juta atau naik 25,68 persen dibandingkan bulan November 2015.

“Negara tujuan ekspor produk non migas Jawa Timur yang terbesar adalah Jepang, dengan nilai ekspor mencapai USD 210,60 juta, diikuti Amerika Serikat sebesar USD 149,41 juta dan berikutnya adalah Tiongkok dengan nilai ekspor USD 109,78 juta,” lanjutnya.

Sedangkan untuk negara ASEAN tujuan ekspor komoditi non migas utama Jawa Timur adalah Malaysia dengan nilai ekspor mencapai USD 76,20 juta, diikuti Singapura USD 40,19 juta, dan Thailand senilai USD 27,38 juta.

“Sementara untuk negara Uni Eropa tujuan utama ekspor Jawa Timur adalah Jerman dengan nilai ekspor sebesar USD 30,94 juta atau naik 57,13 persen dibanding bulan sebelumnya, Belanda senilai USD 28,59 juta dan Inggris USD 16,05 juta,” tutupnya. (wh)