Ekspor Emas Jatim Naik Drastis

Ekspor Emas Jatim

 

Kenaikan drastis ditunjukkan ekspor emas Jatim  di awal 2014.  Dari data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor emas  perhiasan dan permata tercatat  USD 255,596 juta. Angka ini naik 216.52 persen dibanding periode sama pada 2013 lalu. Saat itu, ekspor emas tercatat USD 80,751 juta.

Kepala BPS Jawa Timur M Sairi Hasbullah, Selasa (18/3/2014) mengatakan,  emas perhiasan  dengam motif  dan desain  terbaru menjadi primadona di pasar.  Khususnya Afrika Selatan, Timur Tengah, Jepang dan Taiwan.

Menurut Sairi, pertumbuhan permintaan pasar ekspor emas ini  cukup tinggi dibanding pasar lokal.  Pasalnya, industri kerajinan emas di Jatim memang terus merelease motif khas terbaru yang dikhususkan untuk pasar ekspor. “Ini menjadi daya dorong nilai ekspor yang terus naik,” terangnya.

Nilai ekspor emas Jatim pada Januari 2014 mencapai USD 1,644 miliar atau naik 9,35 persen dibanding ekspor Desember 2013 hanya USD 1,503 miliar.

Dari jumlah tersebut ekspor migas Jatim pada Januari 2014 hanya USD 49,15 juta dan ekspor non migas Jatim pada Januari 2014 mencapai USD 1,594 miliar atau naik 10,74 persen dibanding ekspor non migas Desember 2013 yang hanya USD 1,440 miliar.

Pada Januari 2014, nilai ekspor hasil pertanian USD 131,51 juta atau naik 44,02 persen, hasil industri sebesar USD 1.460,29 juta atau naik 31,21 persen dan hasil pertambangan dan lainnya USD 2,71 juta atau turun 24,14 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut kontribusinya, selama Januari 2014 ekspor migas berperan 2,99 persen dan ekspor non migas berperan 97,01 persen yang terdiri dari ekspor hasil industri 88,84 persen, hasil pertanian sebesar 8,00 persen serta hasil pertambangan dan lainnya sebesar 0,16 persen terhadap total ekspor non migas. (ram)