Ekonomi Turun, Pertumbuhan Industri Diharapkan Bertahan

Ekonomi Turun, Pertumbuhan Industri Diharapkan Bertahan
Seminar Refleksi Akhir Tahun 2015: Jawa Timur dan Keberindonesiaan Kita, Selasa (15/12/2015). Foto: sandi nurhartanto/enciety.co

Perekonomian di Jawa Timur maupun secara nasional mengalami penurunan. Sedangkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) Tahun 2016 di Jatim mengalami kenaikan di atas 11,5 persen. Tahun depan, pertumbuhan di sektor industri diharapkan tetap dapat bertahan.

“Memang ada kenaikan upah setiap tahunnya, tapi menurut saya dampak kenaikan upah tenaga kerja cuma 10-15 persen terhadap total biaya produksi. Jadi kenaikan UMK ini tidak dominan,” kata Soebagjo, Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surabaya di sela acara seminar Refleksi Akhir Tahun 2015: Jawa Timur dan Keberindonesiaan Kita di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (15/12/2015).

“Biaya produksi yang paling besar adalah biaya bahan baku dan teknologi,” tuturnya.

Soebagjo yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini, menegaskan jika dampak kenaikan UMK yang sangat dirasakan adalah pada industri pengolahan. Sedangkan di Jatim kebanyakan industri bergerak di bidang manufacture.

“Saya kira di sektor industri akan pulih. Katakanlah biaya sumber daya manusia naik, tapi kalau permintaan tinggi saya rasa tidak ada masalah,” terangnya.

Dia juga berharap sektor pertanian ikut digarap di Jatim untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Katanya, Jatim juga merupakan provinsi penyumbang kebutuhan padi terbesar dibandingkan dengan daerah di Indonesia lainnya.

“Ibaratnya Jawa Timur ini memberikan makan untuk provinsi lainnya di Indonesia. Cuma sekarang bagaimana kita mendorong di sektor pertanian ini lebih kuat lagi,” katanya.

Salah satu persoalan yang dihadapi di bidang pertanian adalah, sumber daya manusia anak-anak di desa yang lebih memilih bekerja di perkotaan. Pasalnya, tingkat pendidikan di Jatim rata-rata 9 tahun. Artinya minimal mereka lepas dari SMP.

“Dampaknya anak desa tidak mau di sektor pertanian, tidak mau berlepotan dengan lumpur, dan memilih pergi ke kota,” tandasnya. (wh)