Ekonomi Rusia Terpuruk, Vladimir Putin Pangkas Gajinya Rp 168 Juta

putin_2836730b

Presiden Rusia Vladimir Putin memotong gajinya sebesar 10 persen atau 900.000 Rubel atau sekira USD14.000 (Rp168 juta jika mengacu kurs Rp12.000 per USD). Pasalnya, negaranya saat ini tengah menghadapi krisis perekonomian terburuk dalam beberapa tahun belakangan. Rubel telah mengalami penurunan sebesar 40 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hanya dalam waktu enam bulan. Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Rusia diperkirakan akan menyusut sebesar 5 persen tahun ini, inflasi melonjak, dan standar hidup akan merosot.

Vladimir Putin memerintahkan pemotongan gaji bagi semua anggota pemerintahannya pada akhir pekan kemarin, hanya berselang beberapa bulan setelah permintaan memotong gaji di pemerintahan sebanyak 10 persen.
Melansir CNN, Selasa (10/3/2015), penghasilan Vladimir Putin mencapai 3,6 juta Rubel atau sekitar USD59,800 pada 2013. Namun, berdasarkan pada dokumen resmi yang terbaru, gaji Putin naik dua kali lipat pada April 2014, dengan kekayaannya kira-kira 9 juta Rubel per tahun atau setara USD150.000.

Gaji tersebut disebut-sebut yang paling rendah dibandingkan dengan beberapa pemimpin dunia. Presiden Amerika Barack Obama, menghasilkan USD400.000 per tahun, sedangkan Kanselir Jerman, Angela Merkel membawa uang USD240.000 per tahun.

Tetapi kekayaan Vladimir Putin masih menyisakan misteri. Sebenarnya, dia memiliki dua apartemen, sebuah bengkel, dua mobil GAZ Volga, sebuah karavan, dan sebidang tanah. Secara tidak resmi, dia dianggap jauh lebih kaya.

Bill Browder, CEO Hermitage Capital Management dan investor asing terbesar Rusia, mengatakan kepada CNN bahwa dia berpikir Vladimir Putin mungkin memiliki harta sebanyak USD200 miliar. Ada sejumlah uang yang tidak direalisasikan ke sekolah-sekolah, jalan-jalanan, rumah sakit-rumah sakit, dan masih banyak lagi, semua uang itu ada di properti, perbankan-rekening Bank Swiss, saham, hedge funds, dikelola oleh Putin dan kroni-kroninya. (oke)