Ekonomi RI Membaik, Investasi Ritel Tumbuh

Ekonomi RI Membaik, Investasi Ritel Tumbuh
foto:bareksa

 

Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia tahun ini akan kembali mendorong tumbuhnya investasi ritel, khususnya orang-orang kaya yang menjadi nasabah priority banking.

Executive Director and Head Wealth Management Standart Chartered Bank (Stanchart) Indonesia, Bambang Simon Simarno, mengatakan ada banyak faktor yang bisa mendorong gairah investasi orang-orang kaya di Indonesia, khususnya nasabah priority banking melalui wealth management.

“Kami melihat prekonomian tahun ini akan membaik. Hal ini ditopang oleh inflasi yang cukup rendah tahun ini setelah penurunan harga BBM di awal tahun, selain itu faktor eksternal seperti membaiknya ekonomi Amerika Serikat juga akan mendorong ekonomi Indonesia bergerak cepat tahun ini,” katanya di sela seminar edukasi keuangan Wealth on Wealth yang diadakan Standart Chartered Bank Indonesia di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (10/2/2015).

Ia menambahkan, berbagai instrumen investasi akan bisa diserap investor khususnya nasabah priority banking.

Stanchart  Indonesia sendiri terus memperbanyak produk investasi untuk nasabah wealth management, di antaranya bekerjasama dengan PT Ashmore Asset Management Indonesia dan PT Prudential Life Assurance.

Untuk kerjasama dengan Ashmore Asset Management Indonesia, Stanchart akan menawarkan dua produk reksadana saham, yakni Ashmore Dana Progresif Nusantara (ADPN) yang fokus pada saham ber kapitalisasi menengah dan kecil, serta reksadana Ashmore Dana Ekuitas Nusantara (ADEN) yang fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Sementara dengan Prudential, Stanchart akan menawarkan produk asuransi Versalink Maxima Account. Produk asuransi jiwa dari Prudential Life Assurance tersebut mengaitkan asuransi perlindungan jiwa sekaligus potensi mendapatkan hasil investasi sesuai profil resiko nasabah.

Head of Product Investment and Treasury Standart Chartered Bank Indonesia, Bobby Kusnandar, menambahkan, dengan keunggulan masing-masing produk pihaknya optimistis, nasabah priority banking akan memilih produk tersebut untuk melengkapi portofolio investasi mereka.

“Dari dana kelolaan wealth management kami, reksadana saham memang mendominasi namun tidak menutup kemungkinan instrumen investasi lain juga bakal dilirik,” ujarnya. (wh)