Ekonomi Mulai Bangkit, Tenaga Kerja Terserap 4 Persen

Ekonomi Mulai Bangkit, Tenaga Kerja Terserap 4 Persen

foto:humas pemkot surabaya

Perekonomian mengindikasikan terus tumbuh dua bulan terakhir. Rasa optimisme ini diperkuat dengan vaksin covid-19 dan musim tanam dan panen yang akan segera datang. Jika perekonomian berjalan, hal ini akan mendorong rekrutmen tenaga kerja secara part time yang bisa menolong banyak orang yang kehilangan pekerjaan karena pandemi. Belum lagi mereka yang baru lulus pendidikan atau tenaga kerja baru juga akan terserap.

“Hal tersebut, diperkirakan dapat menyerap 2-4 persen tenaga kerja,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (6/11/2020).

Kata dia, ada USD 135 miliar cadangan uang yang belum dipakai. Lalu, ada sekitar Rp 6.500 triliun tabungan masyarakat di seluruh Indonesia yang masih belum digunakan.

Kata Kresnayana, jika dapat meningkatkan gairah dan daya beli masyarakat, perekonomian juga akan ikut meningkat.

“Ada sekitar 900 ribu anak sekolah. Jika mereka diperbolehkan aktif kembali dalam proses pembelajaran tatap muka dalam protokol kesehatan dan mereka ini diperbolehkan untuk jajan, jelas hal ini akan meningkatkan mendorong konsumsi masyarakat,” papar pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Selain itu, ada beberapa sektor ekonomi yang diharapkan mampu bangkit. Saah satunya sektor pariwisata. Menurut Kresnayana, saat ini pariwisata di wilayah Malang, Banyuwangi, dan lainnya mulai bergeliat. “Jika sektor ini bangkit, maka sektor-sektor perekonomian daerah yang lain juga bisa terungkit,” ujar Kresnayana.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim Harmanta menjelaskan, pemulihan ekonomi Jawa Timur pada kwartal ke empat diperkuat nilai inflasi di bawah 2 persen dan di atas 1 persen. Artinya, perekonomian mulai tumbuh.

“Selain itu, pertumbuhan perekonomian juga disertai stabilitas nilai tukar sehingga masyarakat dan para pelaku usaha dapat berbisnis dengan baik,” kata dia.

Perlu diketahui, pada 2019 lalu, suku bunga telah turun 100 basis poin. Sedangkan di 2020 angkanya juga turun lagi 100 basis poin. Jadi selama 2 tahun terakhir suku bunga telah turun 2 persen.

“Ada tanda-tanda penurunan suku bunga deposito dalam waktu dekat. Selain itu, suku bunga Kredit juga mulai bergerak. Jelas hal ini dapat merangsang gairah para pelaku usaha dan masyarakat untuk membangkitkan perekonomian di akhir 2020 ini,” ujarnya. (wh)