Ekonomi Melambat, Pertumbuhan Kredit Diprediksi Turun

Ekonomi Melambat, Pertumbuhan Kredit Diprediksi Turun
ilustrasi foto: mywealth

Perlambatan ekonomi yang terjadi pada kuartal I diprediksi akan menekan pertumbuhan kredit. Pertumbuhan kredit yang ditargetkan mencapai 15 sampai 17 persen tahun ini diprediksi hanya bisa tumbuh 12 persen. Pengamat ekonomi Agustinus Prasetyantoko menilai paling tinggi pertumbuhan kredit tahun ini hanya bisa mencapai 14 persen.

“Pertumbuhan kredit saya kira pada kisaran 12 persen, target Otoritas Jasa Keuangan kan di kisaran 15 sampai 17 persen ya. Menurut saya 12 persen lah atau maksimum banget 14 persen,” ujar Prasetyantoko di Gedung Bank Indonesia (BI), Jumat (8/5/2015).

Dia menyebutkan, perlambatan ekonomi paling berdampak pada pertumbuhan kredit di sektor komoditas. “Karena kualitas pertumbuhan ekonominya memburuk, kreditnya juga pengaruh. Sektornya pasti berbasis komoditas, seperti mining pasti kreditnya akan negatif,” katanya.

Dia menambahkan, selain berdampak pada pertumbuhannya, perlambatan ekonomi juga berpengaruh pada rasio kredit bermasalah. Sektor yang terpengaruh antara lain sektor konsumsi yang akan terkena dampak sangat besar dari perlambatan ekonomi. “Iya, jadi memang bisanya perlambatan ekonomi itu tentu saja biasanya diikuti oleh memburuknya NPL,” tandasnya. (oke)