Ekonomi Jatim Alami Perlambatan 5,44 persen

Ekonomi Jatim Alami Perlambatan 5,44 persen
foto: panoramio

Perekonomian Jawa Timur mengalami perlambatan sebesar 5,44 persen di tahun 2015. Angka tersebut turun dari 5,86 persen di tahun 2014. Dari sisi produksi sebenarnya sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif, Contohnya, industri pertambangan dan penggalian sebesar 7,92 persen dan industri penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 7,91 persen.

“Sementara, terkait pengadaan listrik dan gas mengalami kontraksi sebesar 3,00 persen. Keadaan tersebut disebabkan oleh turunnya harga minyak dan gas secara global,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono, Jumat (5/2/2016)..

Ekonomi Jawa Timur mengalami pertumbuhan negatif sebesar 1,73 persen pada triwulan IV 2015 dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q). Pertumbuhan negatif terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 24,71 persen.

“Kondisi ini disebabkan oleh efek musiman beberapa komoditi pertanian seperti padi yang pada triwulan IV 2015 memasuki musim tanam,” ujar dia.

Selain itu, sektor reparasi mobil dan sepeda motor juga mengalami pertumbuhan negatif pada triwulan IV 2015 (q to q) yakni sebesar 0,52 persen.

Perekonomian Jawa Timur tahun 2015, kata dia, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.689,88 triliun. “Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp1.331,42 triliun,” tandasnya.

Teguh Pramono, Kepala BPS Jawa Timur
Teguh Pramono, Kepala BPS Jawa Timur

Sebelumnya, Teguh Pramono yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat di BPS Pusat. Mulai tanggal 5 Februari 2016, ia menggantikan M Sairi Hasbullah, kepala BPS Jatim sebelumnya yang kini menjabat sebagai Deputi di BPS Pusat yang mengurusi bidang kemiskinan dan kesejahteraan sosial. (wh)