Ekonomi Indonesia Bisa Bertahan Di Tengah Pandemi

Ekonomi Indonesia Bisa Bertahan Di Tengah Pandemi

Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Seluruh negara di dunia mengalami penurunan perekonomian. China turun hingga minus 6,8 persen, Singapura minus 0,7 persen, Eropa minus 2,6 persen, Philiphina minus 0,2 persen dan United Kingdom (UK) minus 1,6 persen.

Sedangkan Korea Selatan tumbuh 1,3 persen, Malaysia tumbuh 0,7 persen, Indonesia tumbuh 3 persen, dan Amerika tumbuh 0,2 persen.

“Angka-angka tersebut mau menggambarkan, jika Indonesia dapat bertahan di tengah wabah Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia saat ini,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (5/5/2020).

Di Jawa Timur, jelas Kresnayana, pada triwulan pertama 2020, perekonomian  tumbuh sekitar 3,04 persen. Surplus perekonomian di Jawa Timur sangat dipengaruhi industri dan ekspor. Dengan presentase output sekitar 30,47 persen.

Angka tersebut, sambung dia, sampai saat ini terus tumbuh dengan nilai sekitar 3,87 persen dari bidang industri. Sedangkan untuk perdagangan, angkanya juga tumbuh sekitar 2,82 persen.

“Sektor pertanian diprediksi juga dapat tumbuh, mengingat pada April lalu, Jatim mengalami masa panen,” terang Bapak Statistika Indonesia itu.

Di sisi lain, papar Kresnayana, ada beberapa sektor yang mengalami kendala dan tidak berjalan. Di antaranya sektor pariwisata, restoran, dan perhotelan. Sektor ini sangat terpukul dengan adanya masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

“Nah, diharapkan konsep New Normal yang beberapa waktu lalu akan diberlakukan oleh pemerintah ini mudah-mudahan dapat membantu sektor-sektor tersebut dapat bangkit di semester ke dua 2020,” tandas Kresnayan. (wh)