Situasi Ekonomi Global Beri Peluang Besar Ekspor Jatim

Situasi Ekonomi Global Beri Peluang Besar Ekspor Jatim

Kendati dibayang-bayangi isu tapering off dan lemahnya nilai tukar rupiah, peluang ekspor Indonesia masih besar. Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult, Kresnayana Yahya.

Menurut dia, setidaknya terdapat 5 hal yang memberikan ekspektasi positif bagi para pelaku kegiatan ekspor. Pertama Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa membaik. “Isu tapering di AS tidak jadi masalah berat karena orang sudah punya kepastian. Tappering terjadi di bulan-bulan September 2014,” ujarnya.

Kresna memperkirakan, pertumbuhan ekonomi AS tumbuh sekitar 3,2 persen. Ekspor Indonesia ke sana memiliki peluang peningkatan, “Ke China dan Eropa juga. Mereka pelanggan lama kita,” tukasnya.

Kedua, sambung Kresnayana, peningkatan nilai komoditi unggulan Indonesia di pasar dunia, yakni kopi, kakao, dan sawit. Ketiga komoditi ini sangat diperhitungkan dunia

Ketiga, sengketa Pulau Senkaku atau Diaoyu di Laut China Timur antara China dan Jepang. Suasana perang dingin tersebut membawa keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Sebab, investasi China ke Jepang maupun sebaliknya, dapat direbut Indonesia.

Keempat, meningkatnya permintaan impor batu bara oleh negara-negara maju juga membuka peluang ekspor Indonesia. Negara-negara yang semula menggunakan renewable energy, perlahan-lahan melunak. “Tadinya mereka strict, tapi ternyata dirasa mahal. Mereka ingin hemat cost,” ujar Kresna.

Kelima, situasi politik dan keamanan di negara tetangga, Thailand. Situasi Thailand yang tengah bergejolak membuat investasi otomotif dan komponennya lari ke Indonesia.

Kelima peluang tersebut, papar Kresna, seharusnya ditangkap dengan baik oleh para eksportir Jatim. Secara umum, kondisi perekonomian Jatim belum menemui masalah yang serius.

“Karena meski ekspor turun dibandingkan impornya, tidak berarti ekonomi terganggu. Hanya pendapatan devisanya yang terganggu,” tutur doses statistik ITS Surabaya ini.

Berdasar data Badan Pusat Statistik Jatim, nilai ekspor Jatim pada November 2013 mencapai USD 1.306,97 juta atau turun 3,01 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2013 yang mencapai USD 1.347,48 juta. Secara kumulatif, nilai ekspor Januari-November 2013 mencapai USD 13.228,73 juta atau turun sebesar 4,66 persen dibanding ekspor periode yang sama tahun 2012, yang mencapai USD 13.876,01 juta.(wh)